Ketegangan dengan Iran Guncang Pasar, Indeks Saham AS Kompak Turun

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Ilustrasi Wall Street. Foto: Getty Images

Wall Street ditutup melemah pada Senin (4/5) waktu setempat, dipicu meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang mengguncang sentimen pasar.

Dikutip dari Reuters pada Selasa (5/4), Indeks S&P 500 turun dari level rekor setelah insiden ledakan pada kapal Korea Selatan di Selat Hormuz serta demonstrasi kekuatan Iran atas jalur minyak strategis tersebut.

Secara keseluruhan, S&P 500 turun 0,41 persen ke 7.200,75. Indeks Dow Jones Industrial Average melemah 1,13 persen ke 48.941,90, sementara Nasdaq turun tipis 0,19 persen ke 25.067,80.

Situasi ini meredam optimisme investor yang sebelumnya didorong oleh kinerja laporan keuangan kuartal pertama yang kuat.

Saham sektor energi justru menguat di tengah eskalasi konflik. Laporan ledakan pada kapal dagang Korea Selatan dinilai memperkuat kekhawatiran pelaku logistik jalur pelayaran di Selat Hormuz masih belum aman, meskipun Presiden AS Donald Trump menyatakan Angkatan Laut AS akan membuka akses jalur tersebut.

Iran mengeklaim telah memaksa kapal perang AS berbalik arah saat mencoba memasuki selat. Sementara itu, Uni Emirat Arab melaporkan kebakaran di fasilitas minyak akibat serangan drone Iran.

Ketegangan terbaru ini muncul beberapa hari setelah indeks Nasdaq Composite dan S&P 500 mencetak rekor tertinggi, ditopang musim laporan keuangan yang melampaui ekspektasi.

Kapal dan tanker di Selat Hormuz di lepas pantai Musandam, Oman, Sabtu (18/4/2026). Foto: STR/ REUTERS

“Dengan pasar berada di level tertinggi sepanjang masa, ruang kesalahan sangat sempit. Risiko besar cenderung masih ke arah penurunan, meski kemungkinan perang besar mungkin bukan skenario utama,” ujar Analis strategi investasi di Baird Private Wealth Management, Ross Mayfield.

Perusahaan-perusahaan dalam S&P 500 diperkirakan mencatat pertumbuhan laba agregat sebesar 28 persen secara tahunan pada kuartal pertama atau dua kali lipat dari proyeksi awal April sebesar 14 persen. Menurut data LSEG, optimisme ini sebagian besar didorong oleh perusahaan teknologi berbasis kecerdasan buatan.

Sementara itu, Berkshire Hathaway melaporkan telah menjadi penjual bersih saham selama 14 kuartal berturut-turut, sinyal yang kerap dipantau investor sebagai indikator kondisi valuasi pasar.

Pada sisi korporasi, saham GameStop anjlok 10 persen setelah mengajukan rencana akuisisi terhadap eBay senilai sekitar USD 56 miliar dalam skema tunai dan saham.

Dari 11 sektor utama S&P 500, sepuluh sektor mencatat penurunan. Sektor material memimpin pelemahan dengan penurunan 1,57 persen, disusul sektor industri yang turun 1,17 persen. Sebaliknya, sektor energi naik 0,85 persen.

Saham perusahaan logistik terpukul setelah Amazon meluncurkan layanan Amazon Supply Chain Services, yang membuka jaringan logistiknya untuk pihak ketiga. Saham FedEx merosot 9,1 persen dan UPS turun 10,5 persen.

Secara keseluruhan, saham yang turun di S&P 500 melampaui yang naik dengan rasio 2,2 banding 1. Volume perdagangan tercatat relatif rendah, dengan 16,3 miliar saham berpindah tangan, di bawah rata-rata 20 hari terakhir sebesar 17,7 miliar saham.