Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) tengah melakukan investigasi mendalam terkait insiden kecelakaan yang melibatkan KRL dan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) Argo Bromo Semeru di Stasiun Bekasi Timur pada Rabu (13/5/2026).
Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono menjelaskan bahwa tim investigator saat ini fokus melakukan pengumpulan data di lokasi kejadian, termasuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap sistem persinyalan di lintasan kereta api tersebut. Berdasarkan laporan dari Bloombergtechnoz, pemeriksaan ini bertujuan untuk memetakan kronologi teknis peristiwa tersebut secara akurat.
"Kemudian, di komunikasi kita juga lagi pengumpulan data-datanya. Masih banyak yang kita kumpulkan, dan masih ada beberapa orang yang harus kita wawancarai," ujarnya kepada wartawan di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Selain pengumpulan data fisik di lapangan, Soerjanto menyebutkan bahwa pihaknya akan meninjau rekaman CCTV dari seluruh rangkaian kereta yang terlibat guna memperkuat bukti. KNKT juga telah mengamankan kotak hitam atau black box untuk dianalisis lebih lanjut.
"Tergantung dari hasil evaluasi dari data-data tersebut apakah kita perlu minta konfirmasi atau keterangan lebih lanjut dari orang-orang yang berkaitan dengan masalah itu," tutur Soerjanto Tjahjono, Ketua KNKT.
Investigasi awal juga menyentuh keterlibatan kendaraan lain di lokasi kejadian sebelum tabrakan terjadi. KNKT telah mendapatkan sebagian informasi mengenai titik awal di mana sebuah taksi diduga menjadi pemicu awal insiden maut tersebut.
"Data yang di mobil taksi itu kan ada black box-nya juga. Ini lagi kita unduh nanti setelah kita evaluasi dan nanti kita akan bertanya lagi kepada pengemudinya ataupun orang-orang di sekitar itu apa yang terjadi," kata Soerjanto Tjahjono.
Hingga saat ini, pihak berwenang belum memberikan estimasi waktu penyelesaian investigasi karena proses pengunduhan data dan wawancara saksi kunci masih terus berjalan.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·