KOI Surati Menteri Keuangan Bahas Efisiensi Anggaran Atlet

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Komite Olimpiade Indonesia (KOI) mengirimkan surat resmi kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pada Senin (11/5/2026) untuk mengajukan audiensi terkait persoalan efisiensi anggaran olahraga nasional. Langkah ini diambil guna memastikan kesiapan para atlet menghadapi sejumlah ajang internasional mendatang.

Keterbatasan dana mulai berdampak pada program pemusatan latihan di berbagai cabang olahraga, termasuk pengurangan agenda uji coba luar negeri hingga pemulangan atlet ke klub asal. Sebagaimana dilansir dari Detik Sport, kondisi ini menjadi perhatian serius menjelang perhelatan Asian Games 2026 di Nagoya.

Ketua KOI, Raja Sapta Oktohari, menjelaskan bahwa hasil kesepakatan Rapat Anggota KOI menuntut adanya komunikasi langsung antara federasi olahraga dengan pembuat kebijakan keuangan. Pihaknya berupaya menjembatani aspirasi cabang olahraga agar mendapatkan solusi pembiayaan yang tepat.

"Jadi paska Rapat Anggota KOI kemarin, hasil kesepakatannya adalah kita harus bisa berkomunikasi langsung dengan regulator dalam hal ini pengambil kebijakan tentang pembiayaan anggaran," kata Okto saat ditemui di kawasan Sudirman, Selasa (12/5/2026).

Okto menambahkan bahwa sebelumnya belum ada kesempatan untuk berdialog mengenai kendala yang dihadapi para pengurus cabang olahraga. Aspirasi kolektif tersebut kini telah diteruskan melalui surat resmi kepada kementerian terkait.

"Dari kemarin kan belum sempat komunikasi. Saya komunikasi dengan para cabor dan mereka sepakat supaya bisa diberikan kesempatan berkomunikasi langsung dengan Menteri Keuangan (Purbaya Yudhi Sadewa)."

Pihak KOI kini tengah menunggu jadwal pertemuan resmi dari pihak Kementerian Keuangan. Okto optimis bahwa Menkeu akan memberikan ruang diskusi demi keberlangsungan prestasi olahraga di level dunia.

"Kami dari KOI telah bersurat per hari Senin kemarin disampaikan kepada Menteri Keuangan, Pak Purbaya. Kita nunggu sekarang kalau dikasih kesempatan berkomunikasi itu pasti akan jauh lebih baik dan saya yakin sekali Pak Purbaya pasti akan membuka diri," ujarnya.

Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo dinilai memiliki antusiasme tinggi terhadap pengembangan sektor olahraga. KOI berharap semangat tersebut mendapat dukungan dari kebijakan pemangku kepentingan lintas institusi.

"Saya melihat bagaimana antusiasnya dari Presiden kita Pak Prabowo yang begitu luar biasa terhadap olahraga. Tentu ini harus ditundang dan disupport oleh kebijakan-kebijakan dari para stakeholder lintas institusi yang bisa membawa atau mengantarkan para atlet kita memberikan prestasi yang terbaik," ujar Okto.

Fokus utama dalam audiensi mendatang adalah pemenuhan kebutuhan dasar atlet seperti latihan rutin dan partisipasi dalam kompetisi internasional. Hal ini krusial agar posisi Indonesia tetap kompetitif di kancah Asia Tenggara maupun global.

"Nanti kita jelaskan bahwa ada kebutuhan yang paling utama untuk para atlet yaitu latihan. Dan latihan itu bukan hanya di antara teman-teman, tapi dengan uji-coba tanding juga, baik di dalam maupun di luar negeri. Nah ini untuk memastikan prestasi kita juga tidak ketinggalan dengan negara-negara di Asia Tenggara, di Asia maupun di dunia."

Raja Sapta Oktohari menegaskan bahwa pencapaian prestasi tidak bisa dilakukan secara instan melainkan membutuhkan program yang berkelanjutan. Indonesia dijadwalkan mengikuti sejumlah ajang besar termasuk Youth Olympic Games dan Asian Indoor and Martial Arts Games (AIMAG).

"Karena prestasi itu enggak boleh sepotong-sepotong, harus konsisten. Saya yakin sekali sebagai pemimpin, pastikan punya pandangannya," tegas Okto.