Komdigi Soroti Penggunaan Kode Morse Anak di Platform Roblox

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menemukan fenomena anak-anak yang menggunakan kode morse untuk berkomunikasi di platform gim Roblox pada Kamis (14/5/2026). Langkah ini dilakukan para pengguna untuk menghindari sistem pembatasan fitur percakapan otomatis di dalam aplikasi tersebut.

Dilansir dari Bloombergtechnoz, Analis Hukum Ahli Pertama Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi, Hendro Sulistiono, menilai temuan ini menjadi bukti bahwa tantangan perlindungan anak di dunia siber tidak bisa diselesaikan secara sepihak. Pihaknya menekankan pentingnya keterlibatan seluruh pemangku kepentingan.

"Ketika kita melarang sebuah produk atau kita melarang akses ke titik tertentu, itu justru akan menarik bagi anak-anak," kata Hendro Sulistiono, Analis Hukum Ahli Pertama Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi.

Hendro menyatakan bahwa sinergi antara pemerintah, pengembang platform, hingga orang tua sangat diperlukan untuk menciptakan ekosistem digital yang aman. Perlindungan ini membutuhkan kolaborasi menyeluruh dari hulu ke hilir.

"Perlindungan anak itu memang tidak bisa hanya berfokus kepada salah satu stakeholder. Banyak stakeholder, dari pemerintah, pembuat kebijakan, pelaku industri yang menyediakan platformnya, orang tua, sampai masyarakat itu sendiri," sebut Hendro Sulistiono, Analis Hukum Ahli Pertama Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi.

Terkait regulasi, Hendro menjelaskan bahwa platform digital memiliki kewajiban utama dalam menyediakan teknologi perlindungan yang mumpuni. Namun, pemerintah tetap akan mengawasi adanya potensi pembiaran terhadap penyalahgunaan sistem tersebut.

"Memang pembentukan regulasi itu menitikberatkan kepada platform. Di mana tanggung jawab teman-teman platform adalah menyediakan teknologinya," ujar Hendro Sulistiono, Analis Hukum Ahli Pertama Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi.

Penilaian terhadap pelanggaran akan dilakukan secara spesifik berdasarkan tiap kejadian yang ditemukan di lapangan. Hal ini bertujuan untuk memastikan apakah platform sudah menjalankan fungsi moderasi dengan benar.

"Terkait bagaimana teknologi itu nanti disalahgunakan atau tidak, kita harus melihatnya memang case per case, apakah ada kesengajaan atau pembiaran dari teman-teman platform," lanjut Hendro Sulistiono, Analis Hukum Ahli Pertama Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi.

Komdigi juga menanggapi klaim pihak Roblox mengenai fitur pembatasan chat untuk akun kategori anak-anak. Hingga saat ini, kementerian masih melakukan analisis mengenai celah yang memungkinkan kode morse tetap digunakan.

"Terkait Roblox sendiri, sementara berdasarkan informasi yang disampaikan oleh Roblox, semestinya ketika dia di Roblox Kids dan Roblox Select itu ada pembatasan fitur chat," kata Hendro Sulistiono, Analis Hukum Ahli Pertama Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi.

Pemerintah akan mendalami lebih lanjut pada segmen layanan mana komunikasi terselubung tersebut terjadi. Penyelidikan difokuskan pada penggunaan simbol titik dan garis yang mampu mengelabui filter teks otomatis.

"Saya kurang tahu ini nanti bisa kami analisa lebih dalam. Morse ini digunakan di Roblox yang mana, kira-kira seperti itu," tambah Hendro Sulistiono, Analis Hukum Ahli Pertama Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi.