Pemerintah AS Perketat Pengawasan Keamanan Model AI Canggih

Sedang Trending 56 menit yang lalu

Kekhawatiran melanda sejumlah pejabat pemerintah Amerika Serikat (AS) terkait kehadiran program Artificial Intelligence (AI) canggih seperti Mythos buatan Anthropic. Munculnya kecemasan ini dipicu oleh kemampuan teknologi tersebut yang berpotensi mengancam keamanan siber nasional.

Dikutip dari Tekno, model AI Mythos diketahui memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi celah keamanan pada sistem digital yang sebelumnya tidak terdeteksi. Hal ini memicu spekulasi bahwa peretas dapat menyalahgunakan kemampuan tersebut untuk mengeksploitasi sistem secara ilegal.

Merespons situasi ini, otoritas AS memutuskan untuk memperketat pengawasan terhadap proses pengembangan kecerdasan buatan. Pemerintah meminta para raksasa teknologi untuk memberikan akses awal terhadap model AI terbaru mereka guna menjalani pengujian ketat sebelum dilempar ke pasar.

Beberapa perusahaan besar yang masuk dalam daftar permintaan ini mencakup Microsoft, Google, hingga xAI milik Elon Musk. Center for AI Standards and Innovation (CAISI), di bawah naungan Departemen Perdagangan AS, telah mengumumkan kesepakatan tersebut pada pekan lalu.

Kerja sama ini memungkinkan pemerintah AS untuk mengevaluasi risiko keamanan nasional dari model-model AI baru sebelum digunakan secara masif. CAISI menjelaskan bahwa pengujian difokuskan pada penilaian berbagai ancaman, mulai dari serangan siber hingga risiko penyalahgunaan AI untuk kepentingan militer.

"Ilmu pengukuran yang independen dan ketat sangat penting untuk memahami AI mutakhir dan implikasinya terhadap keamanan nasional," kata Direktur CAISI, Chris Fall, dalam pernyataan resminya.

Komitmen Perusahaan Teknologi

Microsoft menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi dengan ilmuwan pemerintah dalam menguji sistem AI mereka. Langkah ini mencakup investigasi mendalam terhadap kemungkinan munculnya perilaku yang tidak terduga dari model kecerdasan buatan tersebut.

Selain itu, Microsoft berencana mengembangkan dataset dan alur kerja bersama untuk mempermudah proses pengujian. Kesepakatan serupa juga telah ditandatangani oleh perusahaan tersebut dengan AI Security Institute di Inggris sebelumnya.

Kebijakan terbaru ini merupakan kelanjutan dari regulasi pemerintahan Presiden Donald Trump pada Juli 2025. Aturan tersebut mewajibkan kolaborasi antara perusahaan teknologi dan pemerintah dalam memeriksa risiko keamanan nasional yang ditimbulkan oleh model AI.

Riwayat Kerja Sama dan Konflik Anthropic

Pemerintah AS sebenarnya telah menjalin kemitraan serupa dengan OpenAI dan Anthropic sejak tahun 2024. Saat itu, lembaga CAISI masih dikenal dengan nama US AI Safety Institute di bawah kepemimpinan Presiden Joe Biden.

Hingga saat ini, CAISI melaporkan telah merampungkan lebih dari 40 evaluasi model AI, termasuk beberapa model canggih yang belum dirilis ke publik. Dalam beberapa sesi pengujian, pengembang bahkan menyerahkan versi model dengan tingkat pengamanan yang dikurangi untuk mempermudah identifikasi risiko.

Di sisi lain, Pentagon juga mengumumkan kemitraan dengan tujuh perusahaan AI untuk mengintegrasikan kemampuan AI canggih ke dalam jaringan rahasia Departemen Pertahanan AS. Namun, nama Anthropic tidak tercantum dalam daftar kolaborasi terbaru dengan Pentagon tersebut.

Absennya Anthropic disebabkan oleh perselisihan yang masih berlangsung dengan pihak Pentagon. Konflik ini berkaitan dengan penetapan batas-batas penggunaan teknologi kecerdasan buatan untuk keperluan militer.