Komnas HAM Papua sesali terjadinya kericuhan di Stadion Lukas Enembe

Sedang Trending 1 jam yang lalu
...Kami juga akan mencari apa yang menjadi faktor pemicu terjadinya kericuhan

Sentani (ANTARA) - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI Perwakilan Papua menyesali adanya kericuhan yang terjadi setelah laga play off promosi Liga 2 Championship antara Persipura Jayapura menghadapi Adhiyaksa FC di Stadion Lukas Enembe, Kabupaten Jayapura pada Jumat (8/5).

"Yang pertama kami menyesali tragedi ini, adanya kericuhan di sepak bola sehingga kami ke Stadion Lukas Enembe hari ini untuk melakukan pemantauan terhadap efek dari kejadian ini," kata Kepala Perwakilan Komnas HAM RI Perwakilan Papua Frits Ramandey di Sentani, Sabtu.

Menurut Ramandey, pihaknya memberikan apresiasi kepada aparat kepolisian dapat mengendalikan masa yang melakukan tindakan anarkis dengan merusak sejumlah fasilitas dan membakar kendaraan baik roda dua maupun roda empat selepas pertandingan.

"Memang kami menemukan tabung gas air mata, namun ketika kami melihat dari berbagai video yang beredar, tindakan itu memang harus diambil oleh polisi," ujarnya.

Dia menjelaskan peristiwa yang terjadi tidak bisa berdiri sendiri atau memiliki hubungan sebab-akibat dengan demikian panitia penyelenggara kemudian operator liga menjadi pihak yang bertanggung jawab

"Ini yang akan kami dalami karena kami menemukan banyak kendaraan baik roda dua maupun roda empat yang terbakar di Stadion Lukas Enembe," katanya lagi.

Dia menambahkan pihaknya mencatat sebanyak 30 kendaraan yang terbakar mencakup 20 mobil dan 10 kendaraan roda dua kemudian terjadi pengrusakan fasilitas Stadion Lukas Enembe.

"Kami juga akan mencari apa yang menjadi faktor pemicu terjadinya kericuhan termasuk meminta penggunaan video assitant referee (VAR) selain kekalahan dari tim Persipura Jayapura," ujarnya.

Baca juga: Polisi lakukan olah TKP di Stadion Lukas Enembe

Baca juga: Polda: 14 orang diamankan dalam kerusuhan di Stadion Lukas Enembe

Baca juga: Komnas HAM Papua temukan 30 kendaraan terbakar di Stadion Lukas Enembe

Pewarta: Ardiles Leloltery
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.