Kemacetan di Terusan Panama mencapai durasi tiga setengah hari pada Jumat, 17 April 2026, setelah konflik Iran memicu lonjakan lalu lintas kapal kargo yang menghindari Selat Hormuz. Kondisi ini memaksa sejumlah operator kapal membayar premi hingga jutaan dolar guna mempercepat waktu transit.
Dilansir dari Bloombergtechnoz, antrean di jalur air sepanjang 82 kilometer tersebut menjadi yang terpanjang sejak krisis kekeringan pada periode 2023–2024. Penutupan akses di Selat Hormuz telah menghambat distribusi komoditas vital seperti minyak, gas alam, serta bahan kimia dari kawasan Teluk Persia.
Permintaan yang meningkat mendorong biaya lelang jalur cepat melonjak tajam. Sebuah kapal tanker pengangkut liquefied petroleum gas (LPG) dilaporkan menyetujui pembayaran tambahan sebesar US$4 juta untuk mendahului antrean, naik signifikan dibanding tarif di awal Maret yang masih di bawah US$1 juta.
Pihak otoritas Terusan Panama menyatakan bahwa kapal dengan reservasi tetap dapat melintas tanpa mengantre jika tiba sesuai jadwal. Sebagian besar kapal yang melintas saat ini disebut telah memiliki pemesanan sebelumnya.
"Transit melalui kanal menjadi lebih ramai dalam beberapa minggu terakhir karena meningkatnya arus ekspor AS untuk berbagai kargo, yang menyebabkan peningkatan kemacetan," kata analis Clarksons Securities dalam sebuah catatan, termasuk Omar Nokta.
Otoritas kanal menegaskan bahwa tingginya nilai lelang merupakan murni hasil dari mekanisme pasar antar pengguna jasa. Faktor urgensi komersial dan kondisi penawaran-permintaan global menjadi penentu utama besaran biaya tambahan tersebut.
"Hasil lelang baru-baru ini yang diberikan kepada kapal LPG mencerminkan pergeseran pasar sementara dan bukan hasil dari biaya yang ditetapkan oleh Terusan Panama," tulis otoritas terusan dalam tanggapan pos-el atas pertanyaan yang diajukan.
Pihak manajemen kanal juga merinci bahwa proses penawaran harga ini mempertimbangkan berbagai variabel ekonomi yang sedang terjadi. Hal ini mencakup situasi mendesak dari setiap klien di tengah ketidakpastian jalur pelayaran internasional.
"Nilai lelang ditentukan oleh berbagai faktor, termasuk urgensi dan prioritas komersial klien individu, serta kondisi penawaran-permintaan dalam perdagangan global, dan mempertimbangkan faktor lain seperti tarif pengiriman dan harga bahan bakar," tulis otoritas terusan.
Tekanan pada jalur logistik ini diperkirakan tidak akan mereda dalam waktu dekat mengingat ketergantungan negara-negara Asia pada pasokan alternatif dari Amerika Serikat. Odin Marine Group memproyeksikan persaingan untuk mendapatkan slot transit akan tetap sengit.
"Oleh karena itu, persaingan untuk transit diperkirakan akan tetap ketat, yang mendukung premi yang tinggi dalam jangka pendek," menurut catatan dari Odin Marine Group.
Data Vortexa menunjukkan kapal tanker Gas Virgo milik perusahaan China, Wanhua Chemical, telah melintasi kanal pada Rabu dengan muatan LPG dari Texas. Lonjakan permintaan LPG sangat terasa di negara seperti India yang mengandalkan komoditas ini untuk kebutuhan rumah tangga.
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·