Konsultan properti: Okupansi perkantoran CBD Jakarta stabil 72 persen

Sedang Trending 51 menit yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Perusahaan konsultan properti Jones Lang Lasalle (JLL) mengungkapkan pasar perkantoran di kawasan Central Business District (CBD) Jakarta, mempertahankan momentum pemulihannya di awal tahun 2026 dengan tingkat okupansi stabil di 72 persen.

“Angka permintaan pada kuartal pertama lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu, mencerminkan kepercayaan yang berkelanjutan di pasar sewa," ujar Head of Research JLL, James Taylor di Jakarta, Selasa.

James mengatakan tidak adanya pasokan baru di kawasan CBD terus mendukung permintaan pada inventori yang sudah eksis. Aktivitas penyewa tetap terfokus pada strategi perpindahan ke gedung dengan kualitas yang lebih baik.

"Sementara itu, pasar non-CBD mencatat penyerapan positif yang didorong oleh penyelesaian proyek baru di TB Simatupang, meskipun beberapa gedung eksisting mengalami tekanan okupansi akibat penyewa yang melakukan pengurangan ruang atau perpindahan ke CBD," katanya.

Sementara itu, Head of Tenant Representation JLL Panji Aziz mengatakan bahwa perkantoran Grade A di kawasan pusat bisnis distrik atau CBD terus menunjukkan aktivitas positif dalam hal permintaan ruang kantor pada kuartal pertama, dengan sektor jasa keuangan dan teknologi menjadi kontributor utama terhadap permintaan ruang kantor.

"Salah satu tren yang berkembang pada kuartal ini adalah meningkatnya permintaan untuk ruang perkantoran yang sudah dilengkapi furnitur. Untuk memenuhi permintaan penyewa, beberapa landlord mempertahankan furnitur dari penyewa sebelumnya atau menyediakan ruangan yang sudah dilengkapi dengan furnitur baru atau kontribusi fitting out," kata Panji Aziz.

Menurut dia, harga sewa perkantoran Grade A di kawasan pusat bisnis distrik atau CBD mengalami kenaikan 0,95 persen jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, melanjutkan tren positif yang dimulai pada tahun 2025.

Peningkatan ini mencerminkan penguatan daya tawar pemilik properti (landlord) seiring dengan semakin terbatasnya pasokan dan meningkatnya permintaan di segmen gedung Grade A.

Baca juga: Pasar properti Jakarta dinilai masuki fase tumbuh berkelanjutan

Baca juga: Pahami keuntungan investasi uang, emas, dan saham

Baca juga: Permintaan rumah naik 21 persen berkat pengembangan transportasi

Pewarta: Suharsana Aji Sasra J C
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.