Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Arif Havas Oegroseno, mengimbau para pebisnis global untuk terlebih dahulu menghubungi kedutaan Republik Indonesia jika menemui hambatan dalam berinvestasi di tanah air.
Pernyataan tersebut disampaikan Wamenlu Havas di acara International Seminar on Debottlenecking Channel di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa, yang turut dihadiri para duta besar negara sahabat dan para pebisnis global.
“Kalau ada persoalan yang perlu diselesaikan. Ada titik-titik yang simpul-simpul tadi Pak Menteri (Keuangan) sampaikan usut, ya nanti disampaikan ke kedutaan kita. Lalu kita liaison dengan kedutaan mereka di sini,” katanya saat ditanyai mengenai peran kementerian dalam menyelesaikan hambatan investasi.
Wamenlu Havas menjelaskan bahwa Kementerian Luar Negeri, melalui berbagai perwakilannya di luar negeri, bertugas untuk menjembatani kepentingan investor asing dengan pemerintah Indonesia. Oleh sebab itu, idealnya, asing menghubungi kedutaan Indonesia terlebih dahulu.
“Mereka bisa hubungi kedutaan kita dulu, konsultasi dengan mereka. Dan kemudian mencari partner, mitra, dan aturan-aturan yang clear dari Indonesia,” ucapnya.
Lebih lanjut, Havas menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia melalui Kementerian Keuangan, telah membentuk Task Force Debottlenecking guna menyelesaikan masalah investasi yang menghambat aktivitas perekonomian.
Kelompok kerja tersebut disiapkan sebagai kanal resmi bagi pelaku usaha untuk menyampaikan kendala nyata di lapangan, yang akan diselesaikan melalui sidang debottlenecking secara berkala.
“Jadi lebih mudah memasukkan data. Kapan, persoalannya di mana. Sehingga kita Kemlu juga bisa monitor perkembangannya juga membantu investor asing, untuk push persoalan yang ada supaya lebih cepat diselesaikan,” tambah Havas.
Hadir pada kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Purbaya Sadewa menambahkan bahwa sinergi dengan Kementerian Luar Negeri diperlukan untuk mengatasi hambatan dalam investasi, termasuk salah satunya menyosialisasikan website Task Force Debottlenecking.
“Kerjasama dengan Kemlu memang penting sekali untuk menyebarkan ini ke duta besar seluruh dunia, sehingga investor yang mau masuk ke sini tahu harus ke mana kalau mereka mendapatkan hambatan. Ini dampaknya akan signifikan sekali,” kata Purbaya.
Baca juga: Wamenlu tingkatkan volume perdagangan dengan 22 negara Timur Tengah
Baca juga: Danantara dan Kemenlu kolaborasi tingkatkan investasi global ke RI
Baca juga: Kemlu ajak dubes asing menanam pohon dan yoga di Parapuar Labuan Bajo
Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·