Aktivitas konsumsi masyarakat Indonesia selama periode Ramadan hingga Idulfitri pada Kamis, 16 April 2026, tercatat mengalami peningkatan sebesar 2,9 persen dibandingkan periode sebelum Ramadan. Angka pertumbuhan yang terekam dalam Mandiri Spending Index (MSI) ini terpantau lebih tinggi daripada pencapaian tahun sebelumnya yang berada di angka 2,8 persen.
Data Riset Mandiri Institute menunjukkan bahwa kelompok menengah menjadi motor utama penggerak belanja dengan pertumbuhan mencapai 4,1 persen. Angka ini secara signifikan melampaui pertumbuhan konsumsi kelompok bawah yang sebesar 2,1 persen dan kelompok atas yang tercatat 2,6 persen.
Dilansir dari Bloombergtechnoz, lonjakan belanja pada kelompok menengah ini terjadi secara masif terutama pada saat periode pencairan Tunjangan Hari Raya (THR). Fenomena tersebut memperkuat posisi konsumsi rumah tangga sebagai penopang utama ekonomi domestik dengan kontribusi mencapai 54 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
"Kelompok menengah menjadi penggerak utama akselerasi belanja, khususnya pada periode THR, sehingga berkontribusi besar terhadap penguatan konsumsi secara keseluruhan," kata Andry Asmoro, Chief Economist Bank Mandiri dalam keterangannya pada Kamis (16/4/2026).
Berdasarkan kategori usia, Generasi Z memimpin pertumbuhan konsumsi dengan kenaikan sebesar 4,4 persen. Sementara itu, kelompok generasi Milenial mencatatkan pertumbuhan 3 persen dan Generasi X sebesar 1,4 persen di periode yang sama.
Pergeseran pola belanja juga terlihat pada jenis pengeluaran masyarakat yang didominasi oleh sektor non-esensial. Sektor fashion mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 6,4 persen, disusul oleh perawatan kecantikan (beauty care) sebesar 4,9 persen, dan perangkat elektronik sebesar 4,7 persen.
Kenaikan pada kategori belanja diskresioner ini menunjukkan tingkat kepercayaan diri masyarakat yang lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yang cenderung fokus pada kebutuhan pokok. Andry Asmoro sebelumnya juga memaparkan bahwa saat ini terdapat sekitar 86 juta penduduk Indonesia yang masuk dalam kategori kelas menengah transisi.
Pemerintah dan pemangku kebijakan dinilai perlu memperkuat kualitas lapangan kerja bagi kelompok transisi tersebut untuk menjaga keberlanjutan motor ekonomi nasional. Mobilitas ekonomi yang dinamis pada lapisan ini menjadi bantalan penting dalam meredam dampak guncangan ekonomi global di masa mendatang.
3 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·