Kriteria usulan cerita lokal harus unik dan dekat dengan masyarakat

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Head of Original Series Production Vidio Andre Awe menjelaskan kriteria usulan (pitching) produksi serial mengangkat cerita lokal harus memiliki keunikan serta kedekatan budaya yang kuat bagi penonton di Indonesia.

Hal tersebut menjadi pertimbangan utama dalam memproduksi serial orisinal (original series) terbaru berjudul "Ganteng-Ganteng Genteng".

"Iya, awal mulanya waktu mereka pitching ke kami, kami ditunjukkan video-video dari kontes itu dan kami melihat 'Oh ini menarik ya, sepertinya Vidio belum pernah punya nih yang kayak gini, yuk coba kita garap'," ujar Andre saat acara peluncuran serial tersebut di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Kamis.

Baca juga: Ide serial Ganteng-Ganteng Genteng muncul dari Jatiwangi Jebor Cup

Vidio memberi perhatian tinggi terhadap narasi yang berakar pada kearifan lokal guna memberikan apresiasi terhadap identitas budaya daerah.

Andre Awe menyebut strategi tersebut bertujuan untuk menghadirkan tayangan yang relevan dengan keseharian masyarakat luas.

Tim produksi telah melakukan riset serta observasi langsung ke lokasi pekerja pabrik genting atau jebor yang mengikuti "kontes otot" bernama Jatiwangi Cup di Majalengka, Jawa Barat, sejak sembilan bulan lalu.

Baca juga: Aktor Dian Sidik sebut konsumsi protein penting untuk jaga massa otot

Jatiwangi Cup pertama kali digagas oleh komunitas seni Jatiwangi Art Factory pada 2016 sebagai bagian dari perayaan Hari Jadi Republik Indonesia.

Ternyata di balik kontes itu, terdapat latar belakang cerita yang lebih dalam soal industri genting di Jatiwangi yang pernah berjaya mulai mengalami penurunan dari segi jumlah pabrik dan eksistensi.

Melalui ajang kontes itu, masyarakat berupaya menghidupkan kembali identitas lokal sekaligus memperkuat rasa kebersamaan.

Baca juga: Nopek Novian ungkap referensi dalam memerankan dukun di film baru

Seluruh warga setempat, menurut Awe, mendukung penuh proses produksi serial tersebut di lokasi, kurang lebih berlangsung sekitar 45 hari.

Aktor muda Antonio Blanco Jr memerankan tokoh utama serial yang diproduksi BASE Entertainment dan Studio Antelope tersebut bernama Joni Wirata, seorang pewaris perusahaan konstruksi.

Tokoh Joni​​​​​​ merupakan sosok pemuda kaya dari keluarga terpandang dengan kebiasaan hidup serba mewah di kota besar, namun tiba-tiba dihadapkan dengan persoalan pabrik genting milik perusahaan keluarganya.

Baca juga: Oki Rengga tertarik berperan dalam film laga

Antonio Blanco Jr pun mengaku mesti menjalani pelatihan (workshop) teknis secara langsung menjadi pekerja pabrik genting.

Ia melakukan serangkaian aktivitas fisik mulai dari tahap pengumpulan tanah liat hingga proses pembakaran genting secara manual.

Pengalaman terjun langsung ke lapangan memberikan pemahaman sangat mendalam mengenai perjuangan serta keseharian para pekerja pabrik di Majalengka.

Serial berjumlah tujuh episode tersebut dijadwalkan tayang perdana pada 24 April 2026 secara eksklusif melalui layanan platform pengaliran (streaming) Vidio.

Baca juga: Film “Bapakmu Kiper” angkat budaya tarkam tayang 2026

Pewarta: Abdu Faisal
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.