Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menyatakan stabilitas fiskal Indonesia tetap terkendali pada Kamis (7/5/2026) di tengah tekanan geopolitik dunia yang membebani ekonomi global. Ketahanan struktur keuangan nasional ini dilaporkan tetap kokoh meski volatilitas pasar keuangan meningkat akibat eskalasi konflik di wilayah Timur Tengah.
Sebagaimana dilansir dari Bloombergtechnoz, penilaian terhadap kesehatan ekonomi domestik dilakukan berdasarkan performa sepanjang tiga bulan pertama tahun ini. Penegasan mengenai stabilitas manajemen keuangan negara tersebut disampaikan langsung oleh otoritas terkait dalam tinjauan berkala mereka.
"Hasil asesmen, KSSK menunjukkan bahwa kondisi fiskal, manajemen dan struktur keuangan selama triwulan pertama 2026 tetap dalam kondisi terjaga. di tengah meningkatnya volatilitasi pasar keuangan global seiring eskalasi konflik Timur Tengah," kata Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, Kamis (7/5/2026).
Menteri Keuangan menjelaskan bahwa memasuki periode April 2026, situasi di Timur Tengah masih menjadi faktor krusial yang mempengaruhi pasar keuangan dunia. Ketegangan tersebut berdampak langsung pada pergerakan harga energi secara global yang perlu diwaspadai dampaknya terhadap ekonomi dalam negeri.
"Berdasarkan perkembangan tersebut, KSSK yang terdiri dari Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan akan terus mencermati dan melakukan asesmen forward looking atas kinerja perekonomian dan sektor keuangan terkini seiring risiko ketidakpastian ekonomi global yang meningkat," kata Purbaya.
KSSK berkomitmen untuk memperkuat sinergi antarlembaga guna menghadapi tantangan ekonomi mendatang. Langkah mitigasi risiko akan terus dilakukan oleh para anggota komite bersama dengan berbagai jajaran pemerintahan terkait lainnya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·