Sektor Ekonomi Kreatif Targetkan Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya memproyeksikan sektor ekonomi kreatif mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional hingga mencapai 5,61 persen pada tahun 2026. Pernyataan tersebut disampaikan di Jakarta Pusat pada Rabu, 6 April 2026, berdasarkan tren positif pertumbuhan sektor tersebut.

Keyakinan ini muncul karena sektor ekonomi kreatif secara konsisten mencatatkan pertumbuhan di atas rata-rata nasional, sebagaimana dilansir dari Bloombergtechnoz. Saat ini, Kementerian Ekonomi Kreatif masih melakukan koordinasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk mendapatkan rincian data kontribusi sektor tersebut.

“Jadi memang saat ini kami lagi berkomunikasi intens dengan BPS. Kita lagi menunggu sebetulnya khusus sektor ekraf itu menyumbang kontribusi berapa persen terhadap laju pertumbuhan,” ujar Teuku Riefky Harsya, Menteri Ekonomi Kreatif.

Tren pertumbuhan ini dinilai positif merujuk pada performa tahun 2025 yang melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional sekitar 1,5 persen. Sektor ekonomi kreatif tercatat tumbuh sebesar 6,5 persen, sementara rata-rata pertumbuhan nasional berada di angka 5 persen pada periode tersebut.

“Tahun lalu rata-rata pertumbuhan nasional sekitar 5%, sementara sektor ekraf itu di 6,5%. Mudah-mudahan tahun ini minimal sama atau bahkan lebih baik lagi,” kata Teuku Riefky Harsya, Menteri Ekonomi Kreatif.

Presiden telah menetapkan sejumlah Indikator Kinerja Utama dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional sebagai landasan optimisme pemerintah. Salah satu poin utamanya adalah nilai ekspor ekonomi kreatif yang pada tahun 2025 berhasil melampaui target yang ditetapkan sebesar US$26,4 miliar.

“Capaian ekspor ekonomi kreatif pada tahun 2025 mencapai 120% dari target,” ujar Teuku Riefky Harsya, Menteri Ekonomi Kreatif.

Selain performa ekspor, sektor investasi juga menunjukkan angka yang signifikan dengan realisasi mencapai Rp180 triliun dari target awal sebesar Rp134 triliun. Pencapaian ini setara dengan 130 persen dari target investasi yang direncanakan pemerintah sebelumnya.

“Kemudian investasi sektor ekraf ditargetkan Rp134 triliun, achievement-nya 130% karena mencapai Rp180 triliun,” kata Teuku Riefky Harsya, Menteri Ekonomi Kreatif.

Data dari BPS dan BKPM juga menunjukkan perkembangan positif pada sisi penyerapan tenaga kerja. Pada tahun 2025, jumlah tenaga kerja di sektor ekonomi kreatif tercatat mencapai 27,4 juta orang, melewati target awal yang ditetapkan sebanyak 25,5 juta pekerja.

“Tenaga kerja ekraf di 2025 ditargetkan 25,5 juta, capaiannya berdasarkan data BPS adalah 27,4 juta. Jadi melebihi sekitar 1,9 juta,” ujar Teuku Riefky Harsya, Menteri Ekonomi Kreatif.

Kinerja sektor ini diharapkan memperkuat ekonomi Indonesia yang diperkirakan tumbuh 5,3 persen secara tahunan pada kuartal I-2026. Meskipun angka ini sedikit melambat dibanding kuartal sebelumnya yang mencapai 5,39 persen, posisi tersebut masih tergolong stabil menurut survei para analis.