LA Galaxy resmi menandatangani kontrak jangka pendek dengan gelandang Troy Elgersma dan penyerang Julian Placias dari afiliasi Ventura County FC pada Minggu, 26 April 2026. Langkah ini diambil guna memperkuat kedalaman skuat menjelang pertandingan reguler MLS melawan Real Salt Lake di Dignity Health Sports Park.
Sesuai aturan MLS, klub diperbolehkan mengontrak pemain berusia 25 tahun atau lebih muda dari afiliasi MLS NEXT Pro untuk maksimal empat perjanjian jangka pendek selama musim berlangsung. Elgersma dan Placias kini memasuki kontrak jangka pendek ketiga mereka sepanjang musim ini, dengan batasan maksimal penampilan di dua pertandingan liga MLS.
Troy Elgersma merupakan gelandang berusia 21 tahun yang telah mencetak dua gol dan satu assist dalam tujuh pertandingan untuk Ventura County FC pada musim 2026. Sementara itu, Julian Placias yang berusia 20 tahun mencatatkan tiga gol dan dua assist setelah sempat meniti karier di Belgia bersama K.V.C. Westerlo sebelum kembali ke California.
Selain penguatan skuat, momen ini bertepatan dengan peresmian patung legenda klub, Cobi Jones, di Legends Plaza pada hari yang sama. Jones dihormati atas kontribusinya memenangkan dua MLS Cup serta statusnya sebagai pemain dengan penampilan terbanyak untuk Tim Nasional Amerika Serikat.
Eks bek MLS dan pendiri Black Players for Change, Justin Morrow, memberikan pandangannya mengenai sosok sang legenda kepada LAGalaxy.com.
"As a Black person, when we were young we were always looking to figures that were where we wanted to be one day and he was one of those" ujar Justin Morrow, mantan bek MLS.
Morrow menambahkan bahwa identitas visual Jones memberikan dampak besar bagi generasi muda di Amerika Serikat.
"Not only his skin color but his hair and how he used to and continues to wear his dreads is iconic. It’s something that young Black kids of my generation noticed right away" kata Justin Morrow.
Pengaruh Jones juga dirasakan oleh Direktur Eksekutif Black Players for Change, Allen Hopkins Jr., yang menilai sang pemain sebagai cetak biru bagi atlet berkulit hitam.
"Cobi isn’t just a legend. I consider him a blueprint" tutur Allen Hopkins Jr., Direktur Eksekutif Black Players for Change.
Hopkins Jr. mengenang momen saat ia bertanding melawan Jones di level universitas dan melihat ketenangan luar biasa dari pemain legendaris tersebut.
"It was almost like someone said, ‘hey Cobi, can you make it happen?’" kenang Allen Hopkins Jr.
Ketangguhan Jones di lapangan saat membawa timnya berbalik unggul menjadi inspirasi bagi para pemain profesional lainnya.
"He was just relentless every time he got the ball. He skipped past our whole team in the 89th minute to score. [Jones showed] the confidence and audacity you have to have to be a professional player but also the calmness that I was looking at and trying to emulate" ungkap Allen Hopkins Jr.
Warisan Jones dianggap sebagai fondasi bagi perkembangan infrastruktur dan popularitas sepak bola di Amerika Serikat saat ini.
"I have so much respect for him and the generation that laid the foundation for what I was able to enjoy as a soccer player in this country, in MLS, and with the U.S. Men’s National Team" jelas Justin Morrow.
Morrow menekankan bahwa keberhasilan finansial dan basis penggemar sepak bola saat ini dibangun oleh generasi Jones.
"A lot of the infrastructure, the success we had getting paid, a lot of the fandom was built by Cobi and his generation of players" ujar Justin Morrow.
Bagi Hopkins Jr., peresmian patung ini merupakan bentuk pengakuan atas peran Jones dalam membangun budaya sepak bola nasional.
"He laid the foundation for the culture that we’re still building upon" kata Allen Hopkins Jr.
Ia merasa bangga dapat terus meneruskan tongkat estafet kepemimpinan kepada generasi pemain berikutnya.
"To still be in a position to push the legacy forward and show these young guns and next generation guys what’s possible as he did for me is the responsibility that I carry with a lot of pride" ucap Allen Hopkins Jr.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·