PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencatatkan pencapaian positif dengan raihan laba bersih sebesar Rp7,73 triliun selama periode Januari hingga Februari 2026.
Pencapaian laba bersih pada periode dua bulan pertama tersebut mengalami lonjakan signifikan sebesar 17,12 persen jika dibandingkan dengan posisi tahun sebelumnya yang tercatat Rp6,60 triliun.
Kinerja impresif bank pelat merah ini dilansir dari Bloombergtechnoz yang mengacu pada data laporan keuangan bulanan perseroan.
Pertumbuhan laba tersebut didorong oleh perolehan pendapatan bunga bersih yang menyentuh angka Rp19,14 triliun, atau mengalami kenaikan 4,84 persen dari periode yang sama tahun lalu di posisi Rp18,25 triliun.
Selain itu, sektor pendapatan komisi turut memberikan kontribusi positif sebesar Rp3,26 triliun, angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 1,12 persen secara tahunan.
BBRI juga menunjukkan efisiensi kinerja dengan menekan beban operasional sebesar 2,39 persen secara tahunan menjadi Rp9,53 triliun.
Pengurangan beban juga terlihat pada nilai impairment yang susut 15,77 persen ke level Rp7,53 triliun, serta beban lainnya yang turun 14,7 persen menjadi Rp3,91 triliun.
Ekspansi kredit yang masif di awal tahun menjadi salah satu motor utama pendorong pertumbuhan laba emiten perbankan tersebut.
Hingga Februari 2026, penyaluran kredit yang dihimpun BBRI mencapai Rp1.346,16 triliun, meningkat 10,49 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1.218,39 triliun.
Peningkatan penyaluran kredit ini secara langsung mendorong total aset perseroan tumbuh 6,46 persen menjadi Rp1.983,03 triliun pada akhir Februari 2026.
Penghimpunan Dana Pihak Ketiga
Pada sisi pendanaan, total dana pihak ketiga (DPK) yang dikelola BBRI mencapai Rp1.508,84 triliun, atau tumbuh 9,26 persen secara tahunan.
Komposisi DPK tersebut mencakup perolehan giro sebesar Rp428,89 triliun, tabungan senilai Rp588,38 triliun, dan deposito yang mencapai Rp491,57 triliun.
Dengan data tersebut, total dana murah atau current account saving account (CASA) BBRI hingga dua bulan pertama tahun 2026 mencapai Rp1.017,27 triliun, tumbuh 13,59 persen.
| 7,73 | 17,12 | 19,14 |
| 4,84 | 3,26 | 1,12 |
| 1.346,16 | 10,49 | 1.508,84 |
| 9,26 | 1.017,27 | 13,59 |
3 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·