Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menegaskan tradisi sedekah laut merupakan bentuk bakti masyarakat kepada laut yang selama ini menjadi sumber kehidupan sekaligus ruang untuk meneguhkan relasi saling menjaga antara alam dan manusia.
“Ini adalah bakti kita kepada laut serta berharap bahwa laut dan manusia bisa sinergi saling membantu membawa ketenangan, ketentraman, dan kesejahteraan,” ujar Agustina dalam keterangan tertulis, Selasa 12 Mei 2026..
Mengusung tema "Nguri-uri Kabudayan dan Pelestarian Tradisi", rangkaian kegiatan diawali doa arwah jama’, khataman Al-Qur’an, dan malam tirakatan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tambaklorok pada Sabtu 9 Mei 2026.
Puncak acara berlangsung melalui kirab kepala kerbau keliling kampung, dilanjutkan prosesi larung sesaji ke tengah laut menggunakan kapal TNI AL bersama Wali Kota Semarang.
Perayaan dilanjutkan pagelaran wayang kulit semalam suntuk dan ditutup pengajian akbar pada Senin 11 Mei 2026.
Agustina mengapresiasi konsistensi masyarakat nelayan menjaga tradisi leluhur di tengah modernisasi kawasan pesisir.
“Tradisi ini adalah bukti bahwa masyarakat tidak pernah lupa pada akarnya. Larung sesaji ini menjadi cerita tentang budaya, tentang karya, karsa, dan rasa,” katanya.
Agustina menegaskan, tradisi sedekah laut juga menjadi pengingat pentingnya menjaga ekosistem laut sekaligus meningkatkan kewaspadaan di tengah kondisi cuaca yang belakangan sulit diprediksi.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·