Beirut, Lebanon (ANTARA) - Presiden Lebanon Joseph Aoun mengatakan perundingan sedang berlangsung untuk memperpanjang gencatan senjata dengan Israel yang dimulai sejak 17 April.
"Pembicaraan sedang berlangsung untuk memperpanjang periode gencatan senjata," kata Aoun dalam pertemuan dengan komite parlemen, Rabu (22/4), menurut pernyataan kepresidenan.
Ia menegaskan pihaknya tidak akan menyisakan upaya apa pun untuk mengakhiri situasi krisis yang dihadapi Lebanon.
Aoun menambahkan seluruh pembicaraan bertujuan menjaga kedaulatan Lebanon atas seluruh wilayahnya.
Ia mengatakan perundingan mendatang akan fokus pada penghentian penuh serangan Israel, penarikan pasukan dari wilayah Lebanon, pemulangan tahanan, pengerahan tentara hingga perbatasan internasional, serta rekonstruksi wilayah terdampak perang.
Baca juga: Kemlu RI: Keselamatan penjaga perdamaian PBB tak bisa ditawar
Sebelumnya, Duta Besar Israel dan Duta Besar Lebanon bertemu di Washington pada 14 April — pertemuan pertama dalam 43 tahun — dan bersepakat untuk memulai perundingan damai secara langsung.
Menurut Channel 15 Israel, putaran kedua pembicaraan akan berlangsung pada Kamis di Washington.
Sejak 2 Maret, serangan Israel di Lebanon telah menewaskan sekitar 2.300 orang, melukai lebih dari 7.500 orang, dan menyebabkan lebih dari 1 juta orang mengungsi, menurut data resmi.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengumumkan gencatan senjata selama 10 hari di Lebanon mulai 17 April.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Prancis akan bantu Lebanon siapkan negosiasi dengan Israel
Baca juga: AS jadi tuan rumah dialog kedua Israel dan Lebanon
Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Anton Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·