Lara Sang Bintang di Santiago Bernabeu
Kylian Mbappe dikabarkan mulai merasa lelah terus-menerus menjadi kambing hitam atas performa Real Madrid yang dianggap mengecewakan. Pemain asal Prancis tersebut dituding menjadi biang kerok di balik kegagalan nirgelar Los Blancos sepanjang musim ini, sebuah situasi yang membuatnya berharap kompetisi segera berakhir agar tekanan tersebut mereda.
Padahal, Mbappe datang ke Madrid pada 2024 dengan ekspektasi setinggi langit. Namun, setelah melewati dua musim berseragam putih, raksasa Spanyol ini masih belum mampu menggenggam trofi La Liga maupun Liga Champions. Padahal secara individu, ketajaman Mbappe tidak luntur. Ia sukses menyabet Sepatu Emas Eropa dan menjadi pencetak gol terbanyak La Liga musim lalu. Musim ini pun, ia berada di ambang predikat top skor di liga domestik sekaligus Liga Champions.
Ketegangan di Balik Layar
Sejauh ini, koleksi trofi Mbappe bersama Madrid baru sebatas Piala Super Eropa dan Piala Interkontinental. Bagi klub sebesar Real Madrid, pencapaian tersebut tentu jauh dari kata cukup. Drama memuncak ketika Real Madrid dipastikan nirgelar musim ini, memicu gejolak di internal tim dan di tribun penonton.
Sorotan tajam mengarah pada perilaku sang striker di luar lapangan. Keputusannya untuk pergi berlibur di tengah masa pemulihan cedera otot memicu kegeraman di kalangan suporter dan beberapa rekan setimnya sendiri. Situasi semakin keruh dengan munculnya desas-desus mengenai ketidakharmonisan hubungan antara dirinya dengan sang pelatih, Xabi Alonso, yang pada akhirnya harus merelakan jabatannya setelah dipecat oleh manajemen klub.
Menatap Masa Depan di Tengah Cemoohan
Real Madrid sebenarnya masih memiliki sisa tiga pertandingan di La Liga musim ini, di mana dua laga di antaranya akan digelar di hadapan publik Santiago Bernabeu. Namun, Kylian Mbappe dikabarkan tidak akan turun dalam sisa laga tersebut. Sang pemain memilih untuk menarik diri dan berfokus sepenuhnya pada proses pemulihan fisik demi menyongsong Piala Dunia 2026 yang kian dekat.
Keputusan ini diambil di tengah bayang-bayang ancaman cemoohan dari para penggemar Madrid. Para fans disinyalir bakal meluapkan kekecewaan mereka di laga kandang mendatang, mengingat kegagalan meraih trofi utama selama dua musim berturut-turut adalah hal yang sulit diterima bagi publik Madridista. Mbappe yang sudah lelah disalahkan memilih untuk menutup lembaran pahit ini lebih awal, dengan harapan bisa kembali ke performa terbaiknya dan membuka babak baru yang lebih gemilang pada musim depan.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·