Lewat Tradisi Bakaba, Pemkot Solok berupaya perkuat pelestarian budaya

Sedang Trending 2 jam yang lalu
Seni budaya bukan sekadar hiburan, tetapi juga identitas, jati diri, dan kekuatan karakter masyarakat. Melalui seni pertunjukan, kita belajar tentang nilai-nilai kehidupan, adat, etika, kebersamaan, dan kearifan lokal...

Solok (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Solok, Sumatera Barat, memperkuat pelestarian seni budaya Minangkabau melalui lokakarya olah tubuh dan keaktoran dalam pelatihan dasar pertunjukan seni budaya Minangkabau “Baka dan Tutua Bakaba (tutur berkabar).”

Wakil Wali Kota Solok Suryadi Nurdal di Solok, Jumat, mengapresiasi Yayasan Zona Cakrawala Solok yang telah berinisiatif melaksanakan kegiatan positif tersebut.

Menurutnya, lokakarya tersebut bukan hanya menjadi ruang pembelajaran seni pertunjukan, tetapi juga langkah nyata dalam menjaga dan menghidupkan kembali warisan budaya Minangkabau, khususnya Tradisi Bakaba (berkabar) dan Tutua Bakaba (tutur berkabar).

“Atas nama Pemkot Solok, kami mengapresiasi kegiatan ini. Revitalisasi budaya melalui pelibatan generasi muda merupakan langkah penting dan strategis di tengah perkembangan zaman dan arus modernisasi yang semakin pesat,” ujar Suryadi.

Baca juga: Silek tradisi Minangkabau ekstrakurikuler wajib di SMA/SMK/SLB Sumbar​​​​​​​

Ia menambahkan perkembangan teknologi dan budaya modern saat ini menjadi tantangan tersendiri bagi keberlangsungan seni dan budaya tradisional. Oleh karena itu, keterlibatan generasi muda dalam pelestarian budaya daerah harus terus didorong dan dibina.

Suryadi juga mengaku bangga melihat antusiasme generasi muda Kota Solok yang memiliki kepedulian terhadap seni dan budaya daerah.

Menurutnya, semangat tersebut perlu terus dipupuk agar budaya Minangkabau tidak hanya menjadi cerita masa lalu, tetapi tetap hidup, berkembang, dan mampu bertransformasi menjadi pertunjukan yang kreatif serta relevan dengan perkembangan zaman.

“Seni budaya bukan sekadar hiburan, tetapi juga identitas, jati diri, dan kekuatan karakter masyarakat. Melalui seni pertunjukan, kita belajar tentang nilai-nilai kehidupan, adat, etika, kebersamaan, dan kearifan lokal yang diwariskan oleh para pendahulu kita,” ucapnya.

Baca juga: "Mambantai kabau nan gadang turun ka sawah" dijadikan warisan budaya

Ia juga berharap lokakarya tersebut dapat menjadi wadah lahirnya generasi muda yang kreatif, percaya diri, serta mampu menjadi pelaku, sekaligus penjaga budaya daerah.

Selain itu ia mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan kesempatan tersebut sebaik-baiknya guna belajar, berdiskusi, dan menggali pengalaman dari para narasumber dan mentor yang hadir.

Pemkot Solok, lanjutnya, akan terus mendukung berbagai kegiatan positif yang bertujuan melestarikan budaya lokal, sekaligus membangun kreativitas generasi muda.

“Semoga kegiatan ini berjalan lancar dan memberikan manfaat besar bagi perkembangan seni budaya di Kota Solok,” ujar Wakil Wali Kota Solok Suryadi Nurdal.

Baca juga: Gubernur Sumbar: Pengembangan ekonomi kreatif dukung pariwisata

Pewarta: Rahmatul Laila
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.