LPDB Koperasi Perkuat Ekonomi Lokal Seram Bagian Timur Lewat Dana Bergulir

Sedang Trending 4 hari yang lalu

Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi bersama Majelis Ulama Indonesia memperkuat ekonomi lokal di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, melalui penyaluran pembiayaan strategis yang diresmikan pada Rabu, 15 April 2026. Kolaborasi ini bertujuan mengoptimalkan sumber daya alam daerah melalui penguatan kelembagaan koperasi sebagai pilar ekonomi modern.

Target penyaluran dana bergulir secara nasional pada tahun ini ditetapkan sebesar Rp2,1 triliun oleh LPDB Koperasi. Dilansir dari Bloombergtechnoz, wilayah Seram Bagian Timur diproyeksikan menjadi salah satu pusat akselerasi pertumbuhan ekonomi inklusif berbasis komunitas di kawasan timur Indonesia.

Direktur Umum dan Hukum LPDB Koperasi, Deva Rachman, menjelaskan bahwa pihaknya memberikan skema pembiayaan kompetitif baik konvensional maupun syariah tanpa biaya provisi dan administrasi. Langkah ini diambil guna mendorong koperasi bertransformasi menjadi entitas bisnis profesional yang mandiri dan mampu bersaing.

"LPDB hadir sebagai instrumen negara untuk memperkuat koperasi. Kami tidak hanya menyalurkan dana bergulir, tetapi juga melakukan pendampingan dan inkubasi usaha," kata Deva Rachman, Direktur Umum dan Hukum LPDB Koperasi. Ia menambahkan bahwa potensi di SBT mencakup sektor perikanan, hilirisasi sagu, hingga energi terbarukan.

Beberapa sektor potensial yang sedang dikembangkan meliputi industri pengolahan kayu untuk pasar ekspor, tambak udang vaname, dan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Fokus awal penguatan diberikan kepada Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) agar memiliki akses yang lebih mudah terhadap bantuan modal tersebut.

Bupati Seram Bagian Timur, Fahri Husni Alkatiri, menyatakan bahwa dukungan dari pemerintah pusat dan lembaga keagamaan merupakan katalis penting bagi pembangunan daerah. Ketersediaan pembiayaan dan pendampingan dinilai mampu memaksimalkan kekayaan sumber daya laut dan energi yang selama ini belum tergarap optimal.

Ketua MUI Bidang Ekonomi, M. Azrul Tanjung, menegaskan bahwa kemitraan ini adalah bagian dari gerakan ekonomi umat yang terstruktur. Penggunaan teknologi seperti solar panel dan desalinasi air laut diharapkan menjadi solusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir di wilayah tersebut.