Luhut Minta Maaf ke Investor Global Terkait Gejolak Pasar Indonesia

Sedang Trending 54 menit yang lalu

Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan permohonan maaf secara langsung di hadapan para investor dan pengelola aset global dalam kunjungannya di Singapura pada Kamis, 21 Mei 2026 pagi.

Langkah tersebut dilakukan untuk merespons dampak negatif dari gejolak pasar yang terjadi di Indonesia sekaligus menjelaskan kondisi riil perekonomian domestik saat ini.

Melalui dokumentasi di Instagram pribadinya, Luhut memanfaatkan pertemuan tersebut untuk menjaring berbagai masukan dari pelaku pasar internasional.

"Saya juga minta maaf, mungkin sebagian dari Anda terdampak negatif oleh situasi ini," kata Luhut, saat memberi penjelasan kepada investor yang hadir.

Ia menerangkan bahwa pemerintah telah berupaya keras menjaga tingkat inflasi domestik tetap terkendali pada level 2,4 persen.

"Kami berusaha agar tidak turun, tetapi sejujurnya kepada Anda, sekali lagi karena hanya minyak," imbuhnya.

Tingginya harga minyak mentah dunia yang menyentuh angka US$100 per barel menjadi tantangan berat karena jauh melampaui asumsi APBN 2026 sebesar US$70 per barel.

"Jadi ini seperti perang ... bagaimana kita membawa keseimbangan dari situasi ini," jelas Luhut, dengan menegaskan bahwa ia memiliki latar belakang dari militer, sebelum masuk ke pemerintahan.

Sebelum bertolak ke Singapura, Luhut juga telah menerima kunjungan jajaran Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan pada Senin, 18 Mei 2026 di Jakarta.

Dalam rapat tersebut, ia menekankan pentingnya reformasi integritas pasar modal oleh OJK dan SRO guna meyakinkan investor asing yang cenderung masih bersikap memantau situasi.

"Langkah OJK sejauh ini sudah tepat, tetapi kita harus akui bahwa sebagian investor global masih wait and see apakah implementasinya bisa konsisten sehingga meningkatkan kredibilitas pasar modal. Karena pasar modal itu kuncinya hanya satu, trust. Dan kepercayaan itu dibuktikan dengan kebijakan yang stabil dan punya kepastian hukum dalam jangka panjang," kata Luhut dalam unggahan Instagram resminya, dikutip Rabu (20/5/2026).

Luhut menambahkan bahwa dirinya sempat menjalin pertemuan dengan tim penyedia indeks global MSCI sebelum pengumuman rebalancing Mei 2026.

“Mereka sampaikan betapa besarnya harapan terhadap pasar modal Indonesia. Hal ini menjadi bukti bahwa potensi kita luar biasa besar, maka dari itu momentum emas ini tidak boleh kita sia-siakan,” ujar Luhut.

Selain membahas pasar saham dan pergerakan nilai tukar rupiah, DEN menyoroti peningkatan kredit bermasalah atau Non-Performing Loan pada Bank Perekonomian Rakyat.

"Membangun kepercayaan terhadap perekonomian bangsa bukan hanya tugas satu pihak saja, melainkan tanggung jawab kita bersama," pungkasnya.