Makassar (ANTARA) - Tim Petroline Fakultas Teknologi Industri (FTI) dan Fakultas Teknik (FT) UMI sukses memboyong dua penghargaan bergengsi yakni Best Poster dan Best Video sekaligus pada ajang kompetisi internasional ICRCC yang diselenggarakan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, 1-3 Mei 2026.
Rektor Universitas Muslim Indonesia (UMI) Prof Dr Hambali Thalib di Makassar, Selasa, mengatakan yang membuat capaian di ajang Indonesia Chemical Reaction Car Competition (ICRCC) 2026 ini semakin istimewa adalah inovasi yang diangkat pengembangan kendaraan berbasi H2O2'.
Karya tim Petroline UMI mencatat lebih dari 1500 likes untuk poster dan 1300 likes untuk video, menjadikannya salah satu karya paling diminati dan diapresiasi dalam kompetisi tersebut, kata Prof Hambali Thalib.
Ia menjelaskan, prototipe mobil ramah lingkungan tersebut dikembangkan oleh lima mahasiswa UMI yang tergabung dalam tim Petroline, yaitu Mutiara Dwi Puspitasari, Dimas Rosikhul Fikri, Andi Tenri Awaru dan Kabri (Teknik Kimia FTI UMI) serta Khaeril Ahyar (Teknik Mesin FT UMI).
Baca juga: Dosen UI raih penghargaan internasional ciptakan inovasi terapi kanker
Kolaborasi lintas disiplin ini menunjukkan bahwa mahasiswa UMI tidak hanya belajar di kelas, tetapi mampu bekerja dalam tim dan menghasilkan inovasi nyata yang relevan dengan tantangan global.
Di tengah isu krisis energi dunia dan tuntutan transisi menuju energi bersih, gagasan mobil hidrogen ini dinilai visioner, aplikatif, dan berorientasi masa depan.
UMI, kata Prof Hambali, kembali menegaskan posisinya sebagai kampus yang tidak hanya mengikuti perkembangan teknologi, tetapi ikut mengambil peran dalam menentukan arah masa depan energi.
Keberhasilan tim ini juga tidak lepas dari peran pembimbing Dr Andi Rina Ayu Astuti. Dosen Teknik Kimia UMI ini merupakan alumni UMI yang melanjutkan pendidikan di ITB melalui program PMDSU dan menyelesaikan S2 dan S3 hanya dalam 5 tahun.
Baca juga: Mahasiswa USK terapkan inovasi panel surya untuk masyarakat Pidie Jaya
Sinergi antara dosen muda unggul dan mahasiswa berprestasi ini menjadi bukti bahwa UMI memiliki ekosistem akademik yang mampu melahirkan karya besar dan berdampak.
Menurut Rektor, prestasi ini bukan sekadar kemenangan kompetisi. Ini adalah pesan kuat bahwa mahasiswa UMI mampu bersaing di tingkat internasional, mampu menghadirkan inovasi nyata dan siap menjadi bagian dari solusi masa depan.
"UMI tidak hanya mencetak lulusan, tetapi melahirkan inovator, problem solver, dan pemimpin masa depan," katanya.
Baca juga: Mahasiswa ITS rancang cermin cerdas untuk skrining kesehatan
Pewarta: Abdul Kadir
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·