Kementerian Pertahanan mengonfirmasi kepastian Indonesia untuk menerima hibah kapal perang induk Giuseppe Garibaldi (C551) dari Italia pada Selasa (05/05/2026). Kesepakatan antarnegara ini menjadi langkah penguatan alutsista meskipun detail teknis operasionalnya masih dalam tahap pembahasan intensif.
Kepastian mengenai pengadaan kapal pengangkut pesawat tersebut disampaikan langsung oleh otoritas pertahanan nasional. Dilansir dari Bloombergtechnoz, proses tindak lanjut dari pemberian aset militer ini sedang dikerjakan oleh pihak terkait.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait memberikan keterangan resmi mengenai status kapal tersebut dalam struktur pertahanan mendatang.
"Terkait kapal induk Giuseppe Garibaldi aircraft carrier, dapat kami sampaikan bahwa benar Indonesia akan menerima hibah kapal tersebut," ujar Rico, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait.
Penegasan ini muncul setelah adanya perhatian dari legislatif terkait efisiensi hibah kapal perang dari negara asing. Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat TB Hasanuddin sebelumnya memberikan catatan mengenai beban finansial jangka panjang yang mungkin timbul bagi pemerintah Indonesia.
Berdasarkan data analisis pertahanan internasional The National Interest, pengoperasian kapal ini membutuhkan biaya yang signifikan. Angkatan Laut Italia tercatat mengeluarkan dana sekitar Rp101 miliar atau setara €5 juta setiap tahunnya hanya untuk biaya perawatan rutin.
Selain biaya pemeliharaan, dokumen analisis tersebut menunjukkan beban pengeluaran lain saat masa pakai kapal berakhir. Pemerintah Italia dilaporkan menghabiskan dana sekitar Rp387 miliar atau €19 juta untuk keperluan pembongkaran kapal tersebut.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·