Umat Islam di Arab Saudi diajak oleh Mahkamah Agung setempat untuk memantau kemunculan hilal penanda awal bulan Zulhijah 1447 Hijriah pada Minggu (17/5/2026) petang waktu setempat. Langkah krusial ini dilakukan untuk menetapkan waktu pelaksanaan ibadah haji dan Idul Adha.
Pelaporan kesaksian diminta segera disampaikan ke pengadilan terdekat oleh Mahkamah Agung bagi warga yang melihat hilal tersebut, baik dengan mata telanjang maupun teropong, sebagaimana dilansir dari Cahaya. Warga juga difasilitasi dengan pusat pemantauan terdekat jika memerlukan bantuan akomodasi menuju lokasi pelaporan.
Pelaksanaan rukyatulhilal ini dilandaskan pada Keputusan Mahkamah Agung Nomor 206/H tertanggal 29/10/1447 H. Keputusan tersebut sebelumnya telah menetapkan Sabtu, 18 April 2026 sebagai penyempurna bulan Syawal dan Minggu, 19 April 2026 sebagai awal bulan Zulkaidah.
Penetapan penanggalan resmi pemantauan berdasarkan kalender pengadilan Arab Saudi akhirnya jatuh pada Minggu, 17 Mei 2026. Momentum tersebut bertepatan dengan tanggal 29 Zulkaidah menurut keputusan Mahkamah Agung dan tanggal 30 Zulkaidah berdasarkan perhitungan kalender Umm Al-Qura.
Masyarakat yang memiliki keahlian dalam bidang rukyat hilal turut didorong oleh Mahkamah Agung untuk bergabung dengan komite pemantauan di berbagai wilayah Kerajaan. Keterlibatan publik ini dinilai sangat penting karena penentuan awal Zulhijah menjadi penentu dimulainya puncak ibadah haji di Tanah Suci, termasuk wukuf di Arafah.
59 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·