Presiden Prabowo Subianto Resmikan Museum Ibu Marsinah di Nganjuk

Sedang Trending 44 menit yang lalu

Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan Museum Ibu Marsinah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu (16/5/2026). Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk penghormatan langsung terhadap figur yang menjadi simbol perjuangan kaum buruh di Indonesia.

Kabar mengenai agenda lawatan kepala negara ini dikonfirmasi oleh pihak kepolisian, sebagaimana dilansir dari Detikcom. Selain meresmikan museum, Presiden Prabowo juga diagendakan menghadiri kegiatan ketahanan pangan berupa panen raya jagung kuartal II yang digelar serentak oleh jajaran kepolisian.

"Bapak Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan Museum Ibu Marsinah di Kabupaten Nganjuk sebagai bentuk penghormatan kepada pahlawan buruh Indonesia," kata Kadiv Humas Polri Johnny Eddizon Isir melalui keterangannya, Sabtu (16/5/2026).

Pihak kepolisian menegaskan komitmennya dalam mengawal program strategis bentukan pemerintah. Pengawasan dan dukungan terhadap kesejahteraan masyarakat serta ketahanan pangan dipastikan berjalan optimal melalui Satgas Pangan Polri dan Satgas MBG Polri.

"Selain itu juga akan dilaksanakan panen raya jagung kuartal II secara serentak di seluruh jajaran Polda dan Polres di Indonesia," tutur Johnny Eddizon Isir.

Acara peresmian ini diinisiasi oleh Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI). Berdasarkan pantauan Detikcom, museum itu menampilkan diorama kondisi buruh tahun 90-an, sejarah 13 orang yang dipaksa mundur, serta rangkuman perjuangan Marsinah yang dibangun tepat di atas tempat penanaman ari-arinya.

"Besok Bapak Presiden akan tiba di sini jam 08.45 WIB dan acara dimulai jam 09.00 WIB. Ini merupakan hal yang luar biasa, Presiden punya concern yang sangat besar untuk perjuangan buruh Indonesia," kata Andi Gani Nena Wea, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) saat gladi resik di Nganjuk, Jumat (15/5/2026).

Pembangunan ruang sejarah ini dipastikan tidak membebani anggaran negara sama sekali. Andi Gani menekankan bahwa seluruh pendanaan bersumber dari kas internal organisasi yang dikelola secara mandiri dan independen.

"Museum ini dibangun tanpa dana APBN. Kenapa KSPSI mampu? Karena kami memiliki manajerial kekuatan keuangan yang kuat. Ini adalah bentuk kesadaran penuh karena Ibu Marsinah adalah anggota KSPSI," tutur Andi Gani.

Sejumlah replika materiil dan barang peninggalan asli milik mendiang Marsinah ditata di dalam ruang pameran. Pengunjung dapat melihat langsung bukti-bukti otentik yang merekam jejak sejarah sang pejuang buruh terdahulu.

"Isinya adalah mulai dari awal ini ada pakaian Ibu Marsinah pada saat sebelum meninggal. Ini tas yang waktu itu dibawa, lalu ini ada kliping-kliping koran, kalau kita lihat ada kliping pembunuhannya kenapa, dan nah ini dia semuanya lengkap," jelas Andi Gani.

Lokasi museum bertempat persis di sebelah rumah masa kecil Marsinah. Penempatan titik bangunan tersebut dipilih sengaja demi menjaga nilai historis dan emosional yang mendalam bagi pihak keluarga maupun pergerakan buruh.

"Di atas museum ini adalah tempat ari-arinya Ibu Marsinah dikuburkan. Jadi ini punya sejarah kuat yang luar biasa," kata Andi Gani.

Sekitar 7.000 buruh dari Surabaya, Nganjuk, Mojokerto, hingga Jombang diperkirakan memadati lokasi acara. Tokoh lain yang dijadwalkan hadir meliputi Sekjen ITUC Shoya Yoshida, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, serta pimpinan MPR dan DPD RI. Museum baru dibuka gratis untuk umum tujuh hari setelah diresmikan.