Kiev (ANTARA) - Otoritas antikorupsi Ukraina telah memberi tahu mantan kepala kantor kepresidenan bahwa ia menjadi tersangka dalam penyelidikan kasus korupsi, kata Kantor Kejaksaan Antikorupsi Khusus (Specialized Anti-Corruption Prosecutor's Office/SAPO).
Biro Antikorupsi Nasional Ukraina dan SAPO mengungkap adanya sebuah kelompok terorganisasi yang terlibat dalam legalisasi dana sebesar 460 juta hryvnia (1 hryvnia = Rp398) yang terkait dengan pembangunan properti mewah di dekat Kiev, demikian menurut pernyataan kantor tersebut di Telegram.
SAPO mengatakan bahwa langkah-langkah investigasi darurat sedang berlangsung, tetapi tidak menyebutkan identitas mantan pejabat tersebut.
Kantor berita Interfax-Ukraine melaporkan bahwa Andriy Yermak telah disebut sebagai tersangka.
Menurut media lokal, Yermak, yang mengundurkan diri pada November lalu, menolak berkomentar terkait tuduhan tersebut dan membantah memiliki properti mewah.
Menanggapi kasus ini, penasihat komunikasi kepresidenan Dmytro Lytvyn mengatakan bahwa terlalu dini untuk menarik kesimpulan selama penyelidikan masih berlangsung.
Pewarta: Xinhua
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·