Mantri BRI Gerakkan Ekonomi Petani di Desa Mujur Lombok Tengah

Sedang Trending 3 hari yang lalu

Seorang Mantri BRI, Sri Malasarin, konsisten menggerakkan ekonomi masyarakat pedesaan di wilayah Mujur, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, pada Kamis (16/4/2026). Mala berperan vital dalam menghubungkan para petani setempat dengan akses keuangan formal guna mendukung produktivitas lahan mereka.

Dilansir dari Bloombergtechnoz, perempuan yang akrab disapa Mala ini telah membina nasabah di tiga desa sejak bergabung dengan BRI pada 2012. Fokus utamanya adalah memberikan edukasi dan pendampingan finansial kepada petani yang membutuhkan modal usaha.

Mala membantu para petani mendapatkan pembiayaan untuk pengadaan pupuk, obat-obatan pertanian, hingga biaya pengelolaan atau sewa lahan. Ia melakukan analisis mendalam untuk memastikan setiap pinjaman yang diberikan tepat sasaran dan sesuai dengan kapasitas bayar nasabah.

"Kami harus mengarahkan sesuai kebutuhan nasabah. Di sini umumnya untuk pupuk, obat, dan lahan baik sewa maupun penambahan. Kami analisis jumlah pinjaman dan memastikan tetap sesuai koridor," kata Mala, Mantri BRI.

Selain penyaluran kredit, Mala juga mengintegrasikan nasabah ke dalam ekosistem ekonomi yang lebih luas. Ia menghubungkan petani yang baru panen dengan pemilik penggilingan padi atau tengkulak untuk memperlancar distribusi hasil bumi.

Peran tersebut juga melibatkan Agen BRILink di wilayah tersebut untuk penyediaan sarana produksi pertanian. Kerja sama antar-elemen ini bertujuan memastikan roda perekonomian di tingkat akar rumput tetap berputar efektif melalui layanan keuangan inklusif.

Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, memberikan apresiasi terhadap dedikasi para Mantri di lapangan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Menurutnya, kontribusi perempuan dalam sektor ekonomi kerakyatan merupakan kunci pertumbuhan berkelanjutan bagi institusi.

Hingga saat ini, pendampingan yang dilakukan Mala telah membantu banyak nasabah meningkatkan skala usaha mereka dari kecil menjadi menengah. Perubahan taraf hidup nasabah tersebut menjadi indikator keberhasilan inklusi keuangan di wilayah pedesaan NTB.