Seorang Mantri BRI, Sri Malasarin, secara konsisten menjalankan peran sebagai penghubung akses keuangan bagi para petani di wilayah Mujur, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah, pada Kamis (16/4/2024). Inisiatif ini bertujuan memperkuat fondasi ekonomi masyarakat perdesaan melalui layanan perbankan formal.
Dilansir dari Bloombergtechnoz, perempuan yang akrab disapa Mala ini telah mengabdi di BRI sejak 2012 dan mulai bertugas sebagai Mantri pada 2014. Saat ini, ia membina nasabah di tiga desa yang mayoritas berprofesi sebagai petani dengan fokus utama pada pembiayaan produksi pertanian.
Mala menjelaskan bahwa dirinya tidak hanya menyalurkan kredit, tetapi juga memberikan edukasi dan melakukan analisis kebutuhan nasabah agar pinjaman tetap sehat. Pendekatan personal dilakukan untuk memahami karakter setiap nasabah yang berbeda-beda agar edukasi keuangan tersampaikan dengan baik.
"Kami harus mengarahkan sesuai kebutuhan nasabah. Di sini umumnya untuk pupuk, obat, dan lahan baik sewa maupun penambahan. Kami analisis jumlah pinjaman dan memastikan tetap sesuai koridor," ujar Mala, Mantri BRI.
Selain dukungan permodalan, Mala juga mengintegrasikan rantai ekonomi lokal dengan menghubungkan petani ke pemilik penggilingan padi atau tengkulak setelah masa panen. Ia juga berkolaborasi dengan Agen BRILink yang menyediakan sarana produksi pertanian seperti pupuk dan obat-obatan.
Dampak nyata dari pendampingan ini terlihat pada peningkatan aset dan skala usaha nasabah yang dibinanya selama lebih dari satu dekade. Keberhasilan petani dalam mengembangkan usaha menjadi indikator utama kesuksesan peran Mantri di lapangan.
Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, menyatakan bahwa dedikasi Mantri perempuan seperti Mala membuktikan kontribusi signifikan mereka dalam motor penggerak ekonomi kerakyatan. BRI berkomitmen memberikan kesetaraan kesempatan demi menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif di tingkat akar rumput.
3 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·