Marc Guehi Siap Perkuat Manchester City Melawan Chelsea di Final Piala FA

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Bek Manchester City Marc Guehi dipastikan memenuhi syarat untuk tampil melawan Chelsea dalam pertandingan final Piala FA di Stadion Wembley pada Sabtu, 16 Mei 2026. Kehadiran pemain tim nasional Inggris tersebut menjadi sorotan setelah dirinya sempat memperkuat Crystal Palace di kompetisi yang sama musim ini.

Kepastian tersebut diperoleh setelah adanya amandemen regulasi oleh Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) menjelang musim 2025/2026. Berdasarkan aturan terbaru, seorang pemain kini diizinkan untuk membela maksimal dua klub berbeda dalam satu musim kompetisi Piala FA yang sama.

Sebelum perubahan ini diterapkan, aturan lama FA melarang keras seorang pemain untuk memperkuat lebih dari satu klub dalam satu musim kompetisi. Langkah pelonggaran ini memberikan keuntungan besar bagi Manchester City yang sedang berburu gelar juara setelah sebelumnya sukses mengamankan trofi Piala Liga Inggris.

Guehi sendiri sempat memimpin Crystal Palace sebagai kapten saat menelan kekalahan mengejutkan dari tim kasta keenam Macclesfield di babak ketiga, hanya beberapa minggu sebelum dirinya merampungkan transfer senilai 20 juta poundsterling ke Manchester City pada bursa transfer Januari.

Bek berusia 25 tahun itu berpeluang mengukir sejarah sebagai pemain keempat yang memenangkan Piala FA dalam dua tahun berturut-turut dengan dua klub berbeda, setelah memenangkannya bersama Crystal Palace pada tahun 2025 dengan mengalahkan Manchester City di partai puncak.

Manajer Manchester City Pep Guardiola sempat mempertanyakan perbedaan regulasi antara Piala FA dan Piala Liga Inggris karena Guehi sebelumnya dilarang tampil di final Piala Liga melawan Arsenal akibat terganjal status cup-tied.

"Why can he play here [in the FA Cup] and why not in the other one [Carabao Cup]? Common sense [it] is not, but it's OK." kata Pep Guardiola kepada BBC.

Guehi merefleksikan perjalanannya yang tidak biasa pada musim ini setelah sempat gagal pindah ke Liverpool pada hari terakhir bursa transfer musim panas sebelum akhirnya berlabuh di kubu Manchester Biru.

"It was great. It was great, to be honest," ujar Marc Guehi kepada Manchester Evening News saat menceritakan pengalamannya menyaksikan rekan-rekan setianya memenangkan Piala Liga dari bangku penonton.

Pemain lini belakang ini menegaskan bahwa situasi tersebut tidak mengurangi motivasinya untuk terus meraih kesuksesan bersama skuad asuhan Pep Guardiola.

"It was great just to see what the guys were able to achieve against such a formidable opponent in Arsenal. And it was great to see the mentality and just learn. Learn what it takes to go on and on those trophies and in those moments." ucap Marc Guehi.

Mantan pemain akademi Chelsea ini juga menambahkan bahwa absennya di kompetisi lain membantunya memahami standar tinggi yang dibutuhkan untuk mempertahankan konsistensi kemenangan di klub barunya.

"When you're not in those moments often, it's hard to understand. So taking, I guess, a backseat was probably the best thing for me and just seeing how well that did was amazing." kata Marc Guehi.

Guehi yang kini membentuk kemitraan kokoh bersama Abdukodir Khusanov di lini pertahanan City menganggap dinamika karier sepak bolanya belakangan ini sangat menantang.

"I wouldn't say it makes me hungrier. I think the hunger is always there. I don't think it ever goes away. It just makes me appreciate the art of winning a bit more, understanding what it really takes to maintain that level and keep winning and finding new ways to win as well. So yeah, I just appreciate the craft a bit more." tutur Marc Guehi.

Kompetisi Piala FA musim ini memberikan pengalaman emosional yang kontras bagi Guehi setelah merasakan kekalahan memalukan bersama Palace sebelum berkesempatan tampil di final besar lainnya.

"I feel like my football life is just crazy. There's no, how can I say, consistency to it. It's just very unpredictable. And it's quite fun to be honest. But yeah, it's very interesting. I'm glad to be given the opportunity to play in such a prestigious final again." ujar Marc Guehi.

Pemain belakang tersebut menyadari ekspektasi besar yang diusung oleh klub barunya dalam memenangkan turnamen bersejarah ini.

"And for this football club, I know how much it means to them to win trophies, especially FA Cup and the history that it has behind and also the record breaking, getting to this part of the competition again. So it's a really big thing for the football club and I'm glad to be involved in it." kata Marc Guehi.

Guehi sempat mengalami momen sulit di kompetisi domestik saat melakukan kesalahan umpan yang berujung gol bagi Everton serta kegagalan memalukan di markas Macclesfield bersama klub lamanya.

"I just felt like I owed the fans, not an explanation, but I owed the fans at least for their voices to be heard because they're such a big part of football," ucap Marc Guehi mengingat momen ketika ia mendatangi suporter Palace yang kecewa.

Guehi menganggap pasang surut tersebut sebagai bagian dari dinamika pekerjaan sebagai pesepak bola profesional di level tertinggi.

"And in that moment, it was low for them, but that's just another part of life, I guess." tutur Marc Guehi.

Mengenai keputusannya meninggalkan Chelsea pada tahun 2021 setelah hanya tampil dua kali, Guehi menegaskan langkah tersebut diambil secara realistis demi perkembangan kariernya.

"I don't feel like I should be gifted any opportunities or even deserve any opportunities. I think for me it was more of a realistic decision," ujar Marc Guehi kepada The Independent.

Guehi menilai situasi Chelsea yang baru saja memenangkan Liga Champions saat itu membuat persaingan di tim utama menjadi sangat sulit bagi pemain muda yang baru kembali dari masa peminjaman.

"I think the club understood that and I think everyone should understand that. I came off the back of a loan at Swansea. The football club had just won the Champions League. And so for a young man to come in and say, 'I should be playing or deserve minutes', I think it'd be kind of ridiculous." kata Marc Guehi.

Pertandingan final antara Chelsea dan Manchester City dijadwalkan memulai sepak mula pada pukul 15.00 waktu setempat atau pukul 21.00 WIB dengan siaran langsung yang dapat diakses melalui layanan streaming Vidio.