Jakarta -
Pedro Acosta, pebalap muda KTM ini mengaku heran dengan Marc Marquez. The Baby Aliens memilih bangkit dari nol, ketimbang menikmati masa pensiun dengan tenang.
"Karier Marc itu luar biasa," ujar Acosta dikutip dari Todocircuito, Senin (25/5/2026).
"Sulit dipercaya, di usia 33 tahun, dengan sembilan gelar juara dunia, rumah yang mewah, pacar yang cantik, dan sudah memenangkan segalanya... dia masih punya hasrat untuk kembali dan menderita seperti ini," lanjutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Marquez meraih gelar dunia lagi pada 2025. Rider asal Spanyol itu sekarang sudah mengoleksi 9 titel balapan motor dunia, 7 di antaranya di kelas premier MotoGP.
Enam tahun terakhir begitu berat bagi The Baby Aliens. Marquez langganan jatuh bersama tim Honda, sampai harus naik meja operasi empat kali. Marquez lantas punya masalah arm pump (sindrom kompartemen) di tangan kanannya pada akhir tahun 2023. Sebelumnya, Marquez juga jalani operasi terkait cedera patah lengan akibat kecelakaan pada tahun 2020.
Pedro Acosta Foto: REUTERS/Gintare Karpaviciute
Belum selesai, Marquez sempat alami diplopia. Itu adalah kondisi penglihatan ganda akibat gangguan saraf, membuatnya melihat dua bayangan dari satu objek.
Marc Marquez pantang menyerah. Setelah jalani babak baru bersama Gresini, pelan-pelan Marquez kembali. Puncaknya di MotoGP 2025 ini bersama Ducati.
Marquez langsung kembali ke habitatnya dengan menangi podium. Sampai enam seri tersisa, Marquez sudah kunci titel juara 2025.
Kini Marquez belum tampil maksimal di MotoGP 2026. Ternyata, Baby Alien balapan dengan 1,5 lengan.
Di Sirkuit Le Mans pada akhir pekan lalu, Marc Marquez mengalami kecelakaan. Saat sprint race, dia mengalami high side, akibatnya mengalami retak pada kakinya.
Marquez menjalani operasi kaki dan bahu sekaligus. Karena menjalani pemulihan usai operasi, Marc Marquez absen di MotoGP Catalunya.
Acosta menilai, jika dirinya berada di posisi Marquez, ia mungkin tidak akan mengambil risiko sebesar itu-termasuk pindah ke tim satelit Gresini demi membuktikan diri lagi.
"Saya (kalau jadi dia) tidak butuh operasi lengan lagi, atau pindah ke Gresini, atau mulai lagi dari nol. Itulah mengapa saya merasa ini luar biasa. Ini adalah kapasitas dari seseorang yang menginginkan sesuatu dengan intensitas yang brutal," ceplos Acosta.
(riar/din)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·