Ibadah akikah dan kurban merupakan dua bentuk ketaatan dalam Islam yang melibatkan penyembelihan hewan ternak. Meski sekilas tampak serupa, keduanya memiliki landasan hukum, tujuan, dan waktu pelaksanaan yang berbeda secara spesifik.
Dikutip dari Cahaya, akikah dilaksanakan sebagai wujud syukur atas kehadiran buah hati di tengah keluarga. Sementara itu, kurban menjadi ibadah tahunan pada momen Idul Adha untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Secara bahasa, kurban merujuk pada hewan yang disembelih pada Hari Raya Idul Adha. Ibadah ini menjadi simbol peringatan atas ketulusan Nabi Ibrahim AS saat menjalankan perintah Allah SWT terkait putranya, Nabi Ismail AS.
Dasar hukum pelaksanaan kurban tercantum dalam QS. Al-Kautsar ayat 2 yang berbunyi:
"Maka laksanakanlah sholat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah Swt)."
Hukum melaksanakan kurban adalah sunnah muakkadah atau sangat dianjurkan. Waktu penyembelihan dibatasi hanya pada tanggal 10 Dzulhijjah serta hari tasyrik yang jatuh pada 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.
Pengertian dan Ketentuan Akikah
Secara etimologis, akikah berarti rambut yang tumbuh di kepala bayi saat lahir. Dalam istilah syariat, akikah merupakan penyembelihan hewan sebagai ungkapan syukur atas kelahiran anak, baik laki-laki maupun perempuan.
Landasan ibadah ini merujuk pada hadis shahih yang menyebutkan:
"Dari Anas bin Malik, ia berkata: Rasulullah saw biasa menyembelih hewan untuk anak yang mencapai usia tujuh hari, memberinya nama, dan mencukur rambut di kepalanya." (Bukhari dan Muslim)
Mayoritas ulama menempatkan hukum akikah sebagai sunnah muakkadah, meski ada sebagian kecil yang mewajibkannya. Ketentuan jumlah hewan bagi anak laki-laki adalah dua ekor kambing, sedangkan anak perempuan cukup satu ekor.
Perbedaan Utama Kurban dan Akikah
Perbedaan paling mencolok terletak pada waktu pelaksanaan. Kurban terikat pada momentum Idul Adha, sedangkan akikah bersifat fleksibel meskipun waktu paling utama adalah hari ketujuh setelah bayi lahir.
Jenis hewan untuk kurban lebih beragam, meliputi kambing, domba, sapi, hingga unta. Di sisi lain, pelaksanaan akikah umumnya hanya menggunakan kambing atau domba sebagai hewan sembelihan utamanya.
Tujuan kurban adalah ketaatan murni pada hari raya, sementara akikah adalah perayaan atas lahirnya anggota keluarga baru. Perbedaan ini juga merambah pada tata cara pembagian daging kepada masyarakat.
Dalam kurban, sebagian daging wajib disalurkan kepada fakir miskin dengan pembagian sepertiga untuk pekurban, sepertiga fakir miskin, dan sepertiga lainnya disimpan. Sedangkan pada akikah, pembagian daging bersifat sunnah kepada sesama Muslim.
Mendahulukan Kurban atau Akikah?
Ulama memberikan kelonggaran waktu akikah hingga anak mencapai usia baligh. Namun, jika momentumnya bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha, melaksanakan kurban dianggap lebih utama untuk didahulukan.
Bagi orang dewasa yang belum diakikahi sewaktu kecil, mereka diperbolehkan langsung melaksanakan kurban. Hal ini dikarenakan keduanya merupakan ibadah yang berdiri sendiri dengan maksud dan tujuan yang berbeda.
Akikah merupakan tanggung jawab orang tua sebagai bentuk syukur, sedangkan kurban adalah ibadah personal yang ditujukan semata-mata karena Allah SWT pada waktu yang telah ditentukan.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·