Ketua Umum Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Tri Tito Karnavian memotivasi siswa SMAN 9 Gowa, Sulawesi Selatan, untuk konsisten mengasah bakat dan potensi diri pada Selasa (5/5/2026). Upaya pengembangan kualitas diri tersebut dilakukan melalui pemanfaatan waktu belajar dan peningkatan keterampilan teknis.
Peningkatan kompetensi melalui literasi menjadi poin utama yang disampaikan dalam kegiatan bertajuk Talkshow, Fun Learning, Parenting, Keterampilan, dan Lingkungan Sekolah tersebut. Dilansir dari Detikcom, Tri menekankan pentingnya investasi ilmu pengetahuan sejak dini bagi para pelajar.
"Kalian membaca, itu adalah salah satu [usaha] menginvestasikan diri kalian dengan ilmu pengetahuan. Kalau memang membaca tidak cukup, ambil juga misalnya kursus dan lain-lain. Pokoknya jangan berhenti kalian menambah skill kalian," kata Tri Tito Karnavian, Ketua Umum TP PKK.
Proses pembelajaran bagi siswa dinilai tidak hanya terbatas pada kurikulum formal di dalam kelas. Penguasaan bahasa asing, terutama bahasa Inggris, dipandang sebagai elemen krusial untuk menghadapi tantangan komunikasi di kancah global yang semakin terbuka luas.
"Walaupun kita bukan orang berbahasa Inggris, tapi paling tidak kita mengerti. Atau kalau mau hebat lagi ditambah satu bahasa lagi. Ini sebetulnya untuk membuka kalian berkomunikasi dengan banyak kalangan," papar Tri Tito Karnavian, Ketua Umum TP PKK.
Tri juga menyoroti peran teknologi informasi yang harus dikelola secara bijak oleh generasi muda. Siswa diharapkan mampu mentransformasi penggunaan perangkat digital dari sekadar sarana hiburan menjadi alat pendukung kegiatan belajar harian yang produktif.
"Nah, kalian dengan dunia yang baru sekarang, fasilitas sangat luar biasa. Tidak hanya gim, banyak kursus. Kemudian juga dengan gadget kalian. Kalian harus memanfaatkan paling tidak satu hari kalian minimal berapa menit untuk belajar," tutur Tri Tito Karnavian, Ketua Umum TP PKK.
Selain penguasaan teknologi, perencanaan strategis dalam menyusun langkah konkret menuju cita-cita menjadi pesan penting lainnya. Ketekunan belajar pada berbagai bidang, baik eksakta maupun non-eksakta, menjadi fondasi utama dalam mempersiapkan masa depan yang dinamis.
"Kalian bisa rencanakan apa yang harus dilakukan. Yang pasti, jangan berhenti belajar. Belajar itu tidak hanya bagian Matematika, Fisika, Biologi dan lain-lain. Banyak hal yang bisa dipelajari secara formal di sekolah maupun di luar sekolah," tambah Tri Tito Karnavian, Ketua Umum TP PKK.
Keberhasilan seseorang ditegaskan tidak hanya bersandar pada aspek visual atau penampilan fisik semata. Kualitas intelektual, karakter yang kuat, serta moralitas yang baik disebut sebagai faktor penentu utama untuk mendapatkan pengakuan dan penghargaan yang tulus dari lingkungan sekitar.
"Tidak hanya cantik di luar, tapi juga cantik intelektual. Jadi tidak hanya mengandalkan cantik di luar, tapi untuk mendapatkan penghargaan dari orang lain," ungkap Tri Tito Karnavian, Ketua Umum TP PKK.
Pada akhir sesi, para siswa didorong untuk membangun kemandirian dan rasa percaya diri tanpa bergantung pada penilaian orang lain. Pemanfaatan peluang di era digital menjadi kunci bagi siswa untuk terus meningkatkan literasi dan keterampilan secara berkelanjutan.
"Untuk memajukan diri kalian sendiri, jangan sampai sangat tergantung kepada sikap orang lain kepada kalian. Kalian harus memiliki kebebasan yang mempercayai diri dengan kemampuan kalian," pungkas Tri Tito Karnavian, Ketua Umum TP PKK.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·