Kalimat "Kun fayakun" sering kali menjadi sandaran harapan dan keyakinan bagi umat Islam saat membicarakan keajaiban serta kekuasaan Allah SWT. Ungkapan yang sangat populer ini berakar dari Surat Yasin ayat 82 yang menegaskan mutlaknya kehendak Sang Pencipta atas seluruh alam semesta.
Surat Yasin ayat 82 berbunyi:
اِنَّمَآ اَمْرُهٗٓ اِذَآ اَرَادَ شَيْـًٔاۖ اَنْ يَّقُوْلَ لَهٗ كُنْ فَيَكُوْنُ
Innamā amruhū iżā arāda syai'an ay yaqūla lahū kun fa yakūn.
Artinya: "Sesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu, Dia hanya berkata kepadanya: ‘Jadilah!’ Maka jadilah sesuatu itu."
Dilansir dari Cahaya, ayat yang terletak pada bagian akhir Surat Yasin ini merangkum pembahasan mengenai kebangkitan setelah kematian dan tanda-tanda kebesaran Tuhan. Penjelasan mendalam mengenai ayat ini dapat ditemukan dalam berbagai kitab tafsir terkemuka.
Tafsir Tahlili dari Kementerian Agama RI memaparkan bahwa ayat ini adalah bukti betapa mudahnya bagi Allah SWT untuk mewujudkan sesuatu. Tidak seperti manusia yang memerlukan perencanaan rumit dan waktu panjang, Allah hanya membutuhkan kehendak-Nya untuk menciptakan apa pun melampaui hukum alam.
Ibnu Katsir dalam tafsirnya mempertegas bahwa perintah Allah tidak membutuhkan pengulangan. Satu kehendak tunggal sudah cukup untuk menghadirkan realitas apa pun yang diinginkan-Nya tanpa hambatan ruang dan waktu.
Sudut pandang menarik juga disampaikan dalam kitab Tafsir An-Nur karya Teungku Muhammad Hasbi ash-Shiddieqy. Sebagian ulama berpendapat bahwa kata "kun" bukan sekadar ucapan literal, melainkan perumpamaan tentang kecepatan dan kekuatan mutlak dari cara kerja kehendak Ilahi.
Simbol Kekuasaan dan Harapan
Dalam buku Menggali Kandungan Makna Surat Yasin karya Abu Utsman Kharisman, dijelaskan bahwa kalimat tersebut merupakan simbol keagungan rububiyah Allah dalam mengatur ciptaan-Nya. Segala aspek kehidupan, mulai dari rezeki hingga kematian, berjalan sepenuhnya di bawah kendali-Nya.
Konteks ayat ini juga sangat berkaitan dengan hari kebangkitan. Allah menjawab keraguan manusia mengenai tulang-belulang yang bisa hidup kembali dengan menegaskan bahwa membangkitkan orang mati semudah membalikkan telapak tangan bagi-Nya.
Hal ini diperkuat oleh firman Allah dalam Surat Al Qamar ayat 50:
وَمَآ اَمْرُنآ اِلَّا واٰحِدَةٌ كَلَمْحٍۢ بِالْبَصَرِ
Artinya: "Dan perintah Kami hanyalah satu perkataan seperti kejapan mata."
Lebih dari Sekadar Motivasi
Meskipun sering dijadikan kutipan penyemangat di media sosial, para ulama mengingatkan bahwa makna "kun fayakun" jauh melampaui motivasi spiritual. Sayyid Sabiq dalam buku Aqidah Islam menjelaskan bahwa meyakini hal ini adalah bagian dari tauhid dan keimanan terhadap takdir.
Aidh al-Qarni dalam buku La Tahzan menyebutkan bahwa keyakinan pada kekuasaan Allah yang tak terbatas merupakan sumber ketenangan utama bagi seorang Muslim. Kesadaran bahwa tidak ada yang mustahil di mata Allah membantu seseorang untuk tetap optimis di tengah kesulitan hidup.
Memahami Surat Yasin ayat 82 mengajarkan manusia untuk tidak membatasi kuasa Tuhan dengan logika terbatas. Ayat ini menjadi pengingat bagi setiap hamba untuk senantiasa tawakal dan menyadari bahwa setiap kejadian di dunia berada dalam ilmu dan pengaturan Allah SWT.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·