Menaker serahkan bantuan Kemnaker Peduli bagi daerah terdampak bencana

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Medan (ANTARA) - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menyerahkan bantuan Kemenaker Peduli sebesar Rp32 miliar untuk daerah terdampak bencana di Provinsi Sumatera Utara dan Provinsi Aceh.

"Kami hadiri di sini dalam rangka penyerahan bantuan Kemenaker peduli. Ada beberapa paket tadi yang diserahkan," ujar Yassierli di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) di Medan, Selasa.

Ia mengatakan bantuan tersebut merupakan komitmen kementerian yang dipimpinnya serta pemangku kebijakan terkait untuk mendorong daerah bangkit pascabencana yang terjadi pada tahun lalu.

Baca juga: Kasatgas PRR saksikan penyerahan Surat Bantuan Keuangan Khusus

Nantinya, kata dia, bantuan yang diperuntukkan bagi Provinsi Aceh dan Sumatera Utara tersebut akan disalurkan melalui paket kewirausahaan maupun uang tunai.

Adapun bantuan program Kemnaker meliputi pelatihan vokasi di Sumatera Utara sebanyak 4.516 orang dan pelatihan vokasi di Provinsi Aceh sebanyak 2.438 orang.

Lalu, bantuan tenaga kerja mandiri (TKM) sebanyak 400 paket di Provinsi Aceh dan Provinsi Sumatera Utara dan pada karya sebanyak 40 paket.

Baca juga: Satgas PRR salurkan bantuan perlengkapan dapur di Bener Meriah

"Nanti detailnya. Saya minta kepala balai untuk berkoordinasi kepala dinas provinsi maupun kabupaten/kota. Jadi total bantuan sekitar Rp32 miliar yang disalurkan dalam bentuk uang tunai maupun bentuk program," kata dia.

Ia berharap bantuan tersebut dapat bermanfaat bagi daerah-daerah yang tengah bangkit dari bencana hidrometeorologi.

"Kementerian Ketenagakerjaan bisa berperan dalam pembekalan bagi daerah daerah yang di fase recovery," ujarnya.

Yassierli dalam kesempatan itu secara simbolis juga menyerahkan bantuan kepada 28 pegawai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Medan yang menjadi penyintas bencana.

Baca juga: Delapan daerah di Sumut hibahkan TKD Rp260 miliar bantu bencana di Aceh

Pewarta: Anggi Luthfi Panggabean
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.