Mendag dorong peningkatan ekspor di tengah pelemahan rupiah

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyampaikan pemerintah terus mendorong peningkatan ekspor nasional di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Budi mengatakan kinerja ekspor Indonesia masih menunjukkan tren positif sepanjang awal tahun.

Hingga Maret 2026, ekspor nasional tercatat tumbuh sekitar 0,39 persen secara kumulatif dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Kita dorong terus jangan sampai nanti pertumbuhannya lebih kecil. Makanya kita salah satu cara seperti ini yang kita lakukan, kita mendorong teman-teman untuk terus meningkatkan ekspor. Mudah-mudahan nanti April tetap naik terus ya," ujar Budi dalam "Ngobrol Produk Indonesia (Ngopi) UMKM" di Jakarta, Rabu.

Menurutnya, kondisi pelemahan rupiah tidak serta-merta menjadi hambatan bagi sektor perdagangan luar negeri.

Pemerintah justru memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar global.

"Pokoknya, apapun kondisinya, kita harus terus, ya, mencari jalan keluar agar ekspor kita tetap berjalan, bahkan terus meningkat," katanya.

Ia menambahkan Kementerian Perdagangan bersama pelaku usaha terus melakukan berbagai langkah untuk menjaga pertumbuhan ekspor agar tidak melambat.

Salah satunya dengan mendorong eksportir memperluas pasar tujuan serta meningkatkan volume pengiriman barang.

Mendag mengatakan realisasi ekspor periode Januari-Maret 2026 masih menunjukkan kinerja yang baik dengan pertumbuhan mendekati 1 persen.

Capaian tersebut dinilai positif mengingat situasi ekonomi global yang masih dipenuhi ketidakpastian, termasuk dinamika konflik dan tekanan perdagangan internasional.

Pemerintah juga optimistis sektor ekspor tetap menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional, sekaligus menjaga stabilitas neraca perdagangan Indonesia di tengah fluktuasi nilai tukar rupiah dan tantangan ekonomi global.

Pada Maret 2026, kinerja ekspor Indonesia tercatat sebesar 22,53 miliar dolar AS atau tumbuh 1,62 persen dibandingkan Februari 2026, namun terkontraksi 3,10 persen secara tahunan.

Peningkatan ekspor secara bulanan didorong lonjakan ekspor migas sebesar 18,60 persen, sementara ekspor nonmigas tumbuh terbatas sebesar 0,75 persen.

Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.