Mendagri Ajak Cendekiawan Kristen Dukung Indonesia Emas 2045

Sedang Trending 53 menit yang lalu

Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mengajak Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) mengambil peran strategis demi mendukung perwujudan Indonesia Emas 2045 pada acara pelantikan pengurus baru di Jakarta, Sabtu (30/5/2026).

Dilansir dari Detikcom, kalangan intelektual dinilai memikul tanggung jawab besar untuk melahirkan gagasan serta solusi yang mampu mengoptimalkan potensi bangsa. Pemerintah meyakini Indonesia memiliki peluang besar menjadi negara maju melalui modal kekayaan alam, jumlah penduduk, dan letak geografis.

Potensi kemajuan tersebut diperkuat oleh prediksi berbagai lembaga internasional yang didasarkan pada kekuatan riil negara. Hanya sedikit negara di dunia yang mempunyai kombinasi berupa kelimpahan sumber daya alam, tenaga kerja massal, serta wilayah yang luas sekaligus.

"Saya termasuk posisi yang confident bahwa itu bisa terjadi," ujar Muhammad Tito Karnavian, Menteri Dalam Negeri.

Posisi geografis Indonesia yang berada di jalur perdagangan internasional juga dipandang sebagai keuntungan besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Kendati demikian, seluruh modal pemikat tersebut membutuhkan dukungan sumber daya manusia yang berkualitas agar memberikan manfaat maksimal.

"Inilah tugas para pemikir, tugas para cendekiawan, tugas para inteligensia," kata Muhammad Tito Karnavian, Menteri Dalam Negeri.

Sumbangsih kelompok intelektual dipandang tidak berpatokan pada kuantitas melainkan kualitas gagasan yang dihasilkan. Sejumlah negara berpenduduk sedikit terbukti mampu memegang pengaruh besar di dunia internasional karena keunggulan mutu manusianya.

"Jadi, kita harapkan dengan kemampuan inteligensia, PIKI akan memberikan sumbangsih bagi bangsa Indonesia," tandas Muhammad Tito Karnavian, Menteri Dalam Negeri.

Acara Serah Terima Kepengurusan dan Pelantikan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PIKI Masa Bakti 2026-2031 tersebut diselenggarakan di Gereja Paulus Jakarta. Agenda ini turut dihadiri oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari, serta Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman sekaligus Ketua Umum DPP PIKI Maruarar Sirait.