Mengenal Bacaan Sholawat Busyro Lengkap dengan Makna dan Keutamaannya

Sedang Trending 49 menit yang lalu

Umat Islam sering kali mencari amalan yang mampu menenangkan batin sekaligus menghadirkan harapan baik di tengah ketidakpastian hidup. Salah satu amalan yang kini semakin banyak dipraktikkan adalah Sholawat Busyro.

Dikutip dari Cahaya, sholawat ini bukan sekadar pujian kepada Nabi Muhammad SAW, melainkan doa untuk memohon kabar gembira dan perlindungan dari berbagai kesulitan. Sholawat Busyro banyak diajarkan di lingkungan pesantren dan masyarakat Muslim Indonesia.

Amalan ini dinisbatkan dan diajarkan oleh Seggaf bin Hasan Baharun. Berikut adalah lafaz lengkap Sholawat Busyro beserta artinya:

اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَاحِبِ الْبُشْرَى صَلَاةً تُبَشِّرُنَا بِهَا وَأَهْلَنَا وَأَوْلَادَنَا وَجَمِيعَ مَشَايِخِنَا وَمُعَلِّمِينَا وَطَلَبَتِنَا وَطَالِبَاتِنَا مِنْ يَوْمِنَا هَذَا إِلَى يَوْمِ الْآخِرَةِ

Allaahumma shalli wa sallim ‘alaa Sayyidinaa Muhammadin shaahibil busyraa, shalaatan tubasysyirunaa bihaa wa ahlanaa wa awlaadanaa wa jamii’a masyaayikhinaa wa mu’allimiinaa wa thalabatinaa wa thaalibaatinaa min yawminaa haadzaa ilaa yawmil aakhirah.

Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad, pembawa kabar gembira. Limpahkanlah sholawat yang dengan itu Engkau memberikan kabar gembira kepada kami, keluarga kami, anak-anak kami, para guru kami, serta seluruh penuntut ilmu, sejak hari ini hingga hari akhir."

Makna Filosofis di Balik Sholawat Busyro

Kata busyro secara bahasa memiliki arti "kabar gembira", yang menjadi inti dari setiap untaian doa dalam sholawat ini. Makna tersebut mencerminkan harapan agar kehidupan dunia dan akhirat selalu dinaungi berita baik.

Tristan Rokhmawan dkk dalam buku Bunga Rampai Kelisanan Masyarakat Santri Kota Pasuruan menyebutkan bahwa tradisi ini memadukan doa, harapan, dan cinta kepada Rasulullah. Makna yang terkandung meliputi doa kolektif untuk keluarga dan guru, hingga penguatan spiritual.

Keutamaan bagi Pengamal Sholawat

Secara umum, keutamaan bersholawat didasarkan pada hadis riwayat An-Nasa'i. Rasulullah SAW bersabda:

"Barang siapa bersholawat kepadaku satu kali, maka Allah akan bersholawat kepadanya sepuluh kali..." (HR An-Nasa’i)

Dalam konteks spesifik, Sholawat Busyro diyakini oleh sejumlah ulama dan habaib sebagai wasilah untuk membuka jalan kemudahan. Amalan ini membantu mengurangi kegelisahan dan mendatangkan solusi atas berbagai persoalan hidup yang dihadapi manusia.

Selain itu, melantunkan sholawat secara rutin berfungsi menguatkan rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW. Hal ini juga menjadi sarana bagi seorang hamba untuk mengharapkan syafaat beliau di hari kiamat kelak.

Cara Mengamalkan Sholawat Busyro

Meskipun tidak ada aturan baku yang mengikat, terdapat praktik umum yang berkembang di kalangan pesantren untuk mengoptimalkan amalan ini. Sholawat Busyro sering kali dibaca sebanyak 41 kali setelah melaksanakan salat Subuh.

Pengulangan tersebut dianggap memiliki nilai simbolik sebagai bentuk kesungguhan dalam berdoa. Amalan ini juga bisa dibaca sebagai wirid harian secara rutin, terutama saat seseorang sedang memanjatkan hajat atau doa pribadi tertentu.

Waktu-waktu mustajab seperti setelah salat fardhu, hari Jumat, atau sepertiga malam terakhir menjadi saat terbaik untuk mengamalkannya. Kitab Al-Adzkar karya Imam Nawawi menyebutkan bahwa memperbanyak zikir pada waktu tersebut dapat memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT.

Kepopuleran Sholawat Busyro di era modern tak lepas dari lafaznya yang mudah diingat dan maknanya yang menyentuh berbagai aspek kehidupan. Amalan ini dipandang sebagai terapi spiritual yang memberikan ketenangan batin dan optimisme bagi pembacanya.