Jakarta (ANTARA) - Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana meninjau kesiapan revalidasi status UNESCO Global Geopark (UGGp) Raja Ampat termasuk penguatan tata kelola destinasi pariwisata kelas dunia.
“Status geopark dunia harus dijaga melalui tata kelola yang kuat, konservasi yang nyata, dan pelibatan masyarakat lokal,” kata Widiyanti dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.
Saat meninjau Geosite Piaynemo, Selasa (12/5/2026), Widiyanti menegaskan status UNESCO Global Geopark bukan sekadar pengakuan internasional, melainkan bentuk komitmen jangka panjang dalam menjaga keberlanjutan kawasan.
Baca juga: ASDP bersama 14 BUMN bangun perekonomian Raja Ampat agar berkelanjutan
Raja Ampat dijadwalkan menjalani proses revalidasi oleh tim asesor UNESCO pada Agustus 2026. Proses tersebut merupakan penilaian menyeluruh untuk menentukan keberlanjutan status UNESCO Global Geopark yang disandang Raja Ampat.
Maka dari itu, sinergi antara perlindungan lingkungan, penguatan tata kelola, dan pemberdayaan masyarakat lokal agar manfaat pariwisata dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Ia juga meninjau Desa Wisata Arborek yang meraih penghargaan Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021. Desa Arborek dinilai menjadi contoh pengembangan ekowisata yang mampu mengintegrasikan pertumbuhan ekonomi masyarakat dengan pelestarian budaya dan ekosistem laut.
Baca juga: Wapres evaluasi Kampung Nelayan Raja Ampat yang segera beroperasi
“Desa Arborek adalah bukti nyata bahwa ekowisata bukan hanya konsep di atas kertas. Di sini kita melihat bagaimana masyarakat mampu berdaya secara ekonomi tanpa mengabaikan warisan leluhur dan kelestarian laut. Keberhasilan Arborek harus menjadi inspirasi bagi desa-desa wisata lain di Indonesia,” katanya.
Menutup rangkaian kunjungan di Pulau Kri, Distrik Meos Mansar, Widiyanti meninjau program konservasi hiu di Sorido Bay Resort dan memberikan nama “Putri” kepada salah satu telur hiu zebra yang sedang dalam masa inkubasi dan akan segera menetas.
Baca juga: Raja Ampat diusulkan jadi kawasan kebijakan khusus nasional
Pemberian nama tersebut menjadi simbol harapan akan terus tumbuhnya kehidupan laut yang lestari di perairan Raja Ampat sekaligus memperkuat pesan pentingnya konservasi ekosistem laut bagi generasi mendatang.
Dia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memiliki rasa tanggung jawab dan kepemilikan bersama dalam menjaga keberlanjutan Raja Ampat sebagai destinasi unggulan dunia.
“Tugas kita bersama untuk Raja Ampat adalah memastikan keindahan ini tetap hidup, lestari, dan memberi manfaat bagi generasi hari ini maupun masa depan,” katanya.
Baca juga: Perjalanan pulang hiu zebra ke Raja Ampat
Baca juga: Menjaga sepenggal surga di Raja Ampat
Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·