MenPPPA: Media berperan strategis cegah kekerasan terhadap perempuan

Sedang Trending 59 menit yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (MenPPPA) Arifah Fauzi menyampaikan peran strategis media dalam memutus rantai kekerasan terhadap perempuan dan anak.

"Media harus menjadi bagian dari solusi untuk menghentikan kekerasan terhadap perempuan dan anak, selain menjadi penyampai informasi kepada masyarakat. Selain itu, media juga perlu menjadi ruang aman yang mendorong korban berani bersuara sekaligus memudahkan akses masyarakat terhadap layanan perlindungan yang tersedia," kata Menteri PPPA Arifah Fauzi di Jakarta, Selasa.

Ia menilai media tidak hanya berfungsi menyampaikan informasi, tetapi juga membentuk budaya sosial, mempengaruhi cara pandang masyarakat, serta mendorong lahirnya kesadaran kolektif menolak segala bentuk kekerasan.

Arifah Fauzi menegaskan bahwa kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak boleh lagi dianggap sebagai persoalan privat yang disembunyikan.

Baca juga: Menteri Arifah ajak semua lindungi perempuan dan anak dari kekerasan

Menurut dia, kekerasan merupakan persoalan bersama yang harus mendapatkan perhatian seluruh elemen masyarakat agar dapat dicegah dan ditangani secara optimal.

"Kita ingin membangun kesadaran bahwa kekerasan tidak boleh terjadi kepada siapa pun dan di mana pun. Oleh karena itu, korban maupun masyarakat yang mengetahui adanya tindak kekerasan harus berani bersuara, keberanian untuk melapor dan mencari pertolongan adalah langkah awal untuk memutus rantai kekerasan dan menghadirkan perlindungan bagi korban," kata Menteri Arifatul Choiri Fauzi.

Ia berharap pendekatan melalui media dapat menjangkau kelompok yang selama ini tidak berani berbicara secara terbuka.

Arifah Fauzi juga mendorong pengembangan program di media yang melibatkan anak dan remaja sebagai subyek utama.

Menurut dia, generasi muda perlu diberikan ruang untuk menyampaikan pandangan mereka terkait persoalan yang dihadapi sehari-hari, termasuk tantangan dalam pergaulan, kesehatan mental, perlindungan diri, hingga pencegahan kekerasan.

"Kita perlu mendengarkan suara anak dan remaja secara langsung. Mereka yang paling memahami persoalan yang mereka hadapi saat ini. Karena itu, penting bagi kita untuk menghadirkan ruang dialog yang memungkinkan mereka berbicara dan menyampaikan solusi dari perspektif mereka sendiri," tambah Arifah Fauzi.

Baca juga: Menteri PPPA kecam kekerasan seksual ayah kandung di Pandeglang

Baca juga: Menteri Arifah kecam kekerasan seksual ayah kandung di Klaten

Pewarta: Anita Permata Dewi
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.