Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Jakarta Barat (Pemkot Jakbar) siap menyebar total 55 ekor hewan kurban untuk Hari Raya Idul Adha.
"Jumlah yang kami terima sampai hari ini ada sebanyak 43 ekor sapi dan 12 ekor kambing, totalnya 55 ekor korban," kata Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah kepada wartawan di lokasi penampungan hewan di kantor Pemkot, Selasa sore.
Iin mengatakan, pihaknya tengah menunggu proposal dari masyarakat sebagai penerima manfaat hewan-hewan kurban tersebut.
"Kami masih menunggu mereka yang bermohon dengan proposal. Pastinya nanti datang ke kantor wali kota dan kami akan serahkan kurban sapi maupun kambing ini. Kita tunggu sampai malam hari ini," kata Iin.
Iin pun memastikan puluhan hewan kurban itu telah diperiksa oleh petugas Suku Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Perikanan (KPKP).
"Oh iya pasti, pasti semua hewan kurban yang masuk ke kantor wali kota sudah dicek kesehatannya oleh dokter hewan, dan ini dikoordinasikan oleh Kasudin KPKP Jakarta Barat," katanya.
Baca juga: Jelang Idul Adha, KPKP periksa kesehatan hewan kurban di Kembangan
Sebelumnya, Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di Masjid Assahara, Jalan Kembangan Raya, Kembangan, Jakarta Barat, menjelang Hari Raya Idul Adha, Senin sore.
Kepala Seksi Peternakan dan Kesehatan Hewan Sudin KPKP Jakarta Barat, Tanti, mengatakan, pemeriksaan dilakukan untuk memastikan hewan kurban yang akan disembelih dalam kondisi sehat, bebas penyakit, serta memenuhi syarat kelayakan kurban.
“Pemeriksaan kesehatan hewan kurban ke masjid-masjid dilakukan untuk melihat apakah hewan kurban layak untuk dikurbankan atau tidak. Sebanyak 16 ekor sapi dan delapan ekor kambing telah kami periksa di masjid ini,” kata Tanti saat dihubungi di Jakarta, Senin.
Dalam pemeriksaan tersebut, petugas mengecek kondisi fisik hewan secara menyeluruh, mulai dari mata, gigi, lidah, hingga pengambilan sampel air liur hewan ternak. Selain itu, pemeriksaan juga meliputi pengecekan detak jantung, suhu tubuh, kondisi mulut, kuku, dan hidung hewan.
"Kita verifikasi juga dokumen Surat Kesehatan Hewan (SKH). Itu untuk memastikan hewan yang akan dikurbankan memenuhi standar kesehatan dan ketentuan syariat," kata Tanti.
Menurut Tanti, pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memenuhi prinsip halal dan thayyib sehingga masyarakat dapat merasa aman dan nyaman saat melaksanakan ibadah kurban.
Sudin KPKP Jakarta Barat menyatakan pemeriksaan hewan kurban akan terus dilakukan hingga H-1 Idul Adha guna memastikan seluruh hewan yang dipotong dalam kondisi sehat dan aman dikonsumsi masyarakat.
Baca juga: Hewan kurban yang disalurkan melalui Pemprov DKI meningkat
Baca juga: KPKP Jakut periksa ribuan hewan kurban jelang Idul Adha
Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·