Mensos sebut Sekolah Rakyat prioritaskan anak putus sekolah

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Surabaya (ANTARA) - Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan Program Sekolah Rakyat memprioritaskan anak putus sekolah dan keluarga miskin ekstrem melalui sistem penjangkauan langsung guna memperluas akses pendidikan berasrama di berbagai daerah Indonesia.

“Sekolah rakyat tidak membuka pendaftaran kita menjangkau, jadi, yang ada adalah penjangkauan-penjangkauan anak-anak yang diprioritaskan, yang tidak sekolah, belum sekolah putus sekolah maupun yang berpotensi putus sekolah,” kata Saifullah Yusuf di Surabaya, Minggu.

Gus Ipul menjelaskan Sekolah Rakyat berbeda dengan sekolah umum karena menerapkan konsep asrama dan fokus pada anak-anak dari keluarga miskin desil satu dan dua.

Ia mengatakan sebagian siswa Sekolah Rakyat memiliki usia di atas rata-rata karena sebelumnya mengalami putus sekolah dalam waktu lama.

“Banyak siswa-siswa rakyat itu yang dulunya adalah pengamen mengemis pemulung untuk sekolah mereka, tidak melanjutkan sekolah, kemudian ada bahkan yang tidak sekolah,” ujarnya.

Baca juga: Mensos targetkan 97 Sekolah Rakyat beroperasi Juli 2026

Menurut dia, tantangan terbesar terjadi pada tiga bulan pertama pembelajaran karena latar belakang dan kemampuan akademik siswa sangat beragam.

Ia menyebut terdapat siswa tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) yang belum mampu membaca sehingga guru harus memberikan pendampingan intensif.

“Dia belum bisa baca. Inilah tantangan di sekolah rakyat yang harus dikerjakan oleh para guru dengan sebaik baiknya,” katanya.

Gus Ipul menuturkan guru Sekolah Rakyat dipilih melalui proses seleksi ketat sehingga mampu mendampingi siswa dengan kondisi akademik berbeda-beda.

Tahun ini terdapat lebih dari 400 siswa lulus dari Sekolah Rakyat, termasuk 11 siswa tingkat SMA yang diproyeksikan melanjutkan kuliah atau menjadi tenaga kerja terampil.

“Kalau nanti ketika ikut ujian dia lulus, maka dia pilihannya dua, mau melanjutkan ke kuliah yang akan didukung oleh pemerintah untuk mendapatkan beasiswa, atau dia mau menjadi pekerja terampil,” ujarnya.

Ia menambahkan lulusan Sekolah Rakyat juga dipersiapkan menjadi agen perubahan untuk membantu peningkatan kesejahteraan keluarga mereka di masa depan.

Baca juga: Misi besar Sekolah Rakyat selamatkan generasi dari jalanan Ibu Kota

Baca juga: Mensos: Lulusan Sekolah Rakyat tidak boleh ada yang menganggur

Pewarta: Willi Irawan
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.