Mentan: Pertanian sumbang 12,67 persen PDB, topang pertumbuhan ekonomi

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan dengan kontribusi sektor pertanian yang menyumbang 12,67 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), yang menegaskan peran sektor tersebut sebagai penopang sekaligus penggerak pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal I 2026.

"Pertanian hari ini bukan hanya penyangga, tetapi menjadi penggerak utama ekonomi nasional. Ketika sektor lain mengalami tekanan, pertanian justru hadir sebagai solusi dan penopang utama,” kata Mentan dalam pernyataan di Jakarta, Selasa.

Amran menegaskan capaian tersebut menjadi bukti nyata sektor pertanian semakin kuat serta berperan sebagai fondasi utama ekonomi nasional dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi domestik maupun global saat ini.

Ia menyatakan pertanian kini tidak hanya menjadi penyangga, melainkan telah berkembang menjadi penggerak utama ekonomi nasional, terutama ketika sektor lain menghadapi tekanan sehingga perannya semakin strategis dan signifikan.

Baca juga: Pupuk Kujang pastikan stok pupuk subsidi di Jabar saat musim gadu aman

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons terhadap data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menempatkan sektor pertanian sebagai salah satu dari lima lapangan usaha dengan kontribusi terbesar terhadap produk domestik bruto nasional (PDB).

Kelima lapangan usaha tersebut meliputi industri pengolahan sebesar 19,07 persen, perdagangan 13,28 persen, pertanian 12,67 persen, konstruksi 9,81 persen, serta pertambangan 8,69 persen dalam struktur perekonomian nasional.

Dalam struktur tersebut, sektor pertanian menempati posisi ketiga sebagai kontributor terbesar terhadap produk domestik bruto, menunjukkan peran pentingnya dalam menopang stabilitas dan pertumbuhan ekonomi Indonesia secara keseluruhan.

Mentan menegaskan stabilitas sektor pertanian tidak terlepas dari rangkaian kebijakan struktural yang telah dijalankan secara konsisten dan terintegrasi oleh pemerintah dalam beberapa waktu terakhir.

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.