Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengungkapkan saat ini sudah ada empat negara yang meminta pasokan pupuk dari Indonesia. Selain Australia, Amran menyebut Filipina, India, dan Brasil juga sudah meminta pasokan dari Indonesia.
“Brasil, India, Filipina sudah mereka mengirim permintaan,” kata Amran ditemui di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, pada Rabu (22/4).
Amran mengatakan Duta Besar India untuk Indonesia telah meneleponnya untuk meminta 500 ribu ton pupuk. Australia juga meminta 500 ribu ton dan sudah diputuskan akan diberikan 250 ribu ton pada tahap pertama.
Sementara untuk Brasil dan Filipina, Amran belum memberikan detail berapa ton yang diminta oleh masing-masing negara tersebut.
“Empat negara ini meminta memohon agar mendapatkan Urea. Nah produksi kita sekarang 7,8 juta ton. Kita kebutuhan negeri kurang lebih 6 juta ton. Nah kita kemungkinannya kita lepas 1 juta ton. Nanti kita lihat mana yang terbaik untuk bangsa,” ujar Amran.
Sebelumnya, Sekretaris Perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero), Yehezkiel Adiperwira, menjelaskan opsi impor ini menunggu arahan dari pemerintah. Sebab, kebutuhan dalam negeri tetap menjadi prioritas.
“Australia menjadi salah satu negara yang tengah menjajaki peluang impor pupuk urea dari Indonesia. Pupuk Indonesia pada prinsipnya siap mengikuti arahan pemerintah dalam menindaklanjuti peluang tersebut, dengan tetap memprioritaskan pemenuhan kebutuhan pupuk dalam negeri,” kata Yehezkiel kepada kumparan.
Yehezkiel menekankan kebijakan ekspor akan dilaksanakan secara hati-hati, setelah memastikan ketersediaan pupuk bagi petani aman, termasuk dengan mempertimbangkan musim tanam yang akan segera datang.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·