Menteri Keuangan Respons Penurunan IHSG Imbas Pembentukan BUMN Ekspor

Sedang Trending 43 menit yang lalu

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG pasca-pengumuman pendirian BUMN khusus ekspor, PT Danantara Sumberdaya Indonesia, pada Rabu (20/5/2026).

Aksi jual oleh para pelaku pasar modal dinilai terjadi karena publik belum sepenuhnya memahami dampak positif dari pembentukan badan baru tersebut, seperti dilansir dari Detik Finance.

Kekhawatiran investor terhadap ketidakpastian regulasi anyar ini memicu penurunan indeks secara signifikan dalam jangka pendek.

"Mungkin mereka belum tahu dampak sebenarnya seperti apa. Kan kalau ada ketidakpastian, biasanya takut, jual dulu," kata Purbaya kepada wartawan di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Kamis (21/5/2026).

Pemerintah memproyeksikan pergerakan indeks akan kembali menguat seiring dengan pemahaman pasar terhadap fungsi efisiensi dari tata kelola komoditas sumber daya alam ini.

"Kalau mereka nanti mengerti dampak yang sebetulnya seperti apa, pasti akan naik. Karena gini, nanti under invoicing kan akan tertutup dengan adanya badan ekspor itu. Jadi yang biasanya uang dimainkan oleh pemilik karena perusahaan yang di luar negeri punya pemilik kan, sekarang bisa harusnya terefleksi langsung di penjualan mereka yang murni," jelas Purbaya.

Peningkatan transparansi laporan keuangan korporasi yang tercatat di bursa juga diharapkan mampu mendongkrak nilai kapitalisasi pasar ke depan.

"Jadi perusahaannya juga akan untung. Jadi harusnya bisa dobel untungnya yang list di bursa, yang dilaporkan ya. Jadi harusnya ini akan meningkatkan valuasi dari perusahaan-perusahaan yang ada di bursa," tambahnya.

Kebijakan integrasi perdagangan internasional ini sebelumnya telah ditegaskan oleh pihak eksekutif tertinggi sebagai langkah strategis negara.

Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa seluruh aktivitas pengiriman komoditas unggulan seperti kelapa sawit, batu bara, hingga ferro alloy ke luar negeri wajib melalui satu pintu legislasi.

"Penjualan semua hasil sumber daya alam kita, kita mulai dengan minyak kelapa sawit, batu bara dan paduan besi, kita wajibkan harus dilakukan penjualannya melalui BUMN yang ditunjuk oleh pemerintah RI sebagai pengekspor tunggal," jelas Prabowo dalam rapat paripurna di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (20/5/2026).