Menteri LH Ungkap 141 Ribu Ton Sampah Nasional Belum Terkelola Penuh

Sedang Trending 4 jam yang lalu

Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat menyatakan bahwa total volume sampah di Indonesia mencapai 141 ribu ton per hari dengan tingkat pengelolaan yang baru menyentuh angka 75 persen pada Minggu (10/5/2026). Di Jakarta sendiri, produksi sampah harian tercatat berada pada angka 8 ribu ton.

Data volume sampah nasional dan efektivitas pengelolaannya tersebut dipaparkan dalam acara Deklarasi Gerakan Pilah Sampah di Jakarta Selatan sebagaimana dilansir dari Detikcom. Jumhur menegaskan bahwa masih ada sisa sampah yang memerlukan penanganan serius untuk dikelola dengan baik secara menyeluruh.

"Seluruh Indonesia itu ada 141 ribu ton sampah setiap hari. Di Jakarta ada 8 ribu ton sampah setiap hari. Faktanya, di seluruh Indonesia sampah baru 75%, masih 75% untuk dikelola dengan baik," ujar Jumhur dalam sambutannya pada acara Deklarasi Gerakan Pilah Sampah di Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Minggu (10/5/2026).

Pemerintah pusat memberikan apresiasi atas langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang menginisiasi gerakan pemilahan sampah di tingkat Ibu Kota. Jumhur mendorong agar skema serupa dapat segera diimplementasikan secara luas di berbagai wilayah di Indonesia.

"Pak Gubernur, saya berkeyakinan bila ada keinginan pasti ada jalan, if there is a will, there is a way. Saya sepakat Jakarta sampahnya harus selesai dan saya mendukung Gerakan Pilah Sampah di Jakarta. Dan juga saya sebagai Menteri Lingkungan Hidup Indonesia, Gerakan Pilah Sampah ini saya menebeng dari Jakarta ini, mari lakukan di seluruh Indonesia sekarang," katanya.

Kementerian Lingkungan Hidup saat ini tengah menyusun peta jalan atau road map sebagai strategi jangka pendek untuk menyelesaikan persoalan sampah dalam kurun waktu dua tahun ke depan. Jakarta dinilai telah melakukan langkah awal yang sejalan dengan rencana besar pemerintah pusat tersebut.

"Memang Jakarta harus paling di depan dalam memberikan contoh. Setelah dilantik oleh Presiden, kami sekarang sedang mempersiapkan road map sampah dalam 2 tahun selesai di seluruh Indonesia. Dan Jakarta mendahului pembuat itu alhamdulillah. Artinya bisa kita adopt beberapa gagasan pemikiran, mungkin juga bisa terjadi sinkronisasi," ujar Jumhur.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sebelumnya telah meresmikan Gerakan Pilah Sampah sebagai langkah konkret pemerintah daerah. Inisiatif ini merupakan tindak lanjut dari payung hukum berupa Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026.

"Saya meyakini membangun Jakarta tidak bisa sendiri. Persoalan sampah salah satunya. Maka hari ini, sesuai dengan Instruksi Gubernur, kita akan mengadakan gerakan untuk pilah sampah," kata Pramono di lokasi dan pada kesempatan yang sama.