Jakarta (ANTARA) - Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin menegaskan anak-anak pekerja migran Indonesia (PMI) merupakan generasi penerus yang akan menjadi pewaris masa depan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
“Mereka adalah pewaris masa depan bangsa Indonesia untuk menyongsong Indonesia Emas 2045 yang akan datang. Ini adalah bagian dari persiapan matang generasi penerus bangsa,” kata Mukhtarudin saat mengunjungi Sanggar Bimbingan (SB) Sungai Mulia 5 di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis.
Dalam siaran pers Kementerian P2MI di Jakarta, Mukhtarudin mengaku bangga dan terharu melihat kuatnya semangat nasionalisme anak-anak PMI meski tumbuh dan menempuh pendidikan di luar negeri.
“Anak-anak ini, walaupun lahir di sini, besar di sini, dan sekolah di sini, tetapi mereka selalu mencintai Indonesia. Saya mendengar tadi dalam nyanyian Mars Sanggar, ada kalimat Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila. Ini luar biasa,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan dan pengetahuan menjadi modal penting bagi generasi muda Indonesia di masa depan.
Kunjungan kerja tersebut juga menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam memastikan pemenuhan hak pendidikan sekaligus penguatan nilai nasionalisme bagi anak-anak PMI di luar negeri.
Turut hadir dalam kegiatan itu Direktur Penempatan Kementerian P2MI, Ahnas, Direktur Jenderal Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri, Dwi Setiawan Susanto, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur, R. Ahmad Romadhoni Surya Putra, Atase Ketenagakerjaan, serta perwakilan Sanggar Bimbingan, Mimin Mintarsih.
Ahmad Romadhoni menegaskan pemenuhan hak pendidikan bagi anak-anak pekerja migran di Malaysia akan terus menjadi prioritas demi menjaga masa depan mereka.
“Alhamdulillah, anak-anak Pekerja Migran ini kita pastikan agar mereka semua dididik dengan baik. Kita berkomitmen melahirkan anak-anak yang berpendidikan, berkarakter, dan siap berkontribusi bagi bangsa,” katanya.
Sementara itu, Mimin menyampaikan rasa syukur atas kunjungan perdana pejabat setingkat menteri ke fasilitas pendidikan informal tersebut.
“Kehadiran Menteri Mukhtarudin menjadi kehormatan besar bagi kami. Kami juga mengapresiasi KBRI yang terus memperjuangkan pendidikan anak-anak PMI. Mereka ini adalah calon pencetak Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Baca juga: Menlu RI: Sanggar Bimbingan penuhi hak pendidikan anak PMI di Malaysia
Baca juga: Sekolah Indonesia gelar seleksi penerima beasiswa repatriasi di Sabah
Pewarta: Asri Mayang Sari
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
41 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·