Bengkulu (ANTARA) - Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy meminta pemerintah daerah dapat mengawal program Pemerintah Pusat dari Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga pembangunan Sekolah Rakyat sebagai bagian upaya mengatasi kemiskinan.
"Kondisi kemiskinan daerah ini harus terus kita atasi dan penanggulangan kemiskinan menjadi bagian dari program bapak presiden, yaitu mulai dari pembangunan Sekolah Rakyat, pembangunan rumah sakit, kemudian juga satu lagi MBG harus terus dikawal," kata Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Rachmat Pambudy di Bengkulu, Kamis.
Baca juga: Pemkab Bengkulu Tengah lakukan investasi dugaan siswa keracunan MBG
Menteri PPN mengatakan Presiden Prabowo Subianto sangat perhatian terhadap peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), oleh karena itu berbagai kebijakan mengarah pada upaya peningkatan tersebut.
"(Yang paling prioritas) arahannya kalau Bapak Presiden itu menyangkut SDM, makan bergizi, sekolah rakyat, kesehatan, pendidikan. Nah, setelah itu infrastruktur juga sangat penting," kata dia.
Menteri PPN/Bappenas, Rachmat Pambudy menyampaikan itu pada rapat koordinasi dengan pemerintah daerah di seluruh Provinsi Bengkulu.
Bengkulu, kata dia, juga penting mengawal berbagai program peningkatan SDM yang sedang diwujudkan Pemerintah Pusat, apalagi tingkat kemiskinan di provinsi berjuluk Bumi Merah Putih itu masih jauh lebih tinggi dibandingkan tingkat kemiskinan nasional.
Baca juga: Mendukbangga: Program MBG bagian upaya cegah Keluarga risiko stunting
Baca juga: BGN bangun sistem terintegrasi untuk pastikan MBG tepat sasaran
Tingkat kemiskinan secara nasional berada pada angka 8 persen, sedangkan Provinsi Bengkulu masih berada pada angka dua digit, yakni sekitar 12 persen.
Dengan berbagai program peningkatan SDM, seperti MBG, Sekolah Rakyat, peningkatan kesehatan serta fokus pada infrastruktur dan stimulasi sektor ekonomi daerah diharapkan mampu menekan angka kemiskinan.
Pewarta: Boyke Ledy Watra
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·