Princess of Wales, Catherine, mengakui adanya tantangan pribadi saat menghadiri acara kerajaan yang ramai dalam sebuah resepsi di Istana Buckingham pada Selasa, 21 April 2026. Dalam momen yang terekam kamera tersebut, sang putri berbagi kejujurannya mengenai kesulitan berkomunikasi di lingkungan yang padat.
Keterbukaan Catherine muncul saat ia berbincang dengan para tamu dalam acara peringatan 100 tahun kelahiran mendiang Ratu Elizabeth II. Sosok berusia 44 tahun tersebut menjelaskan bahwa situasi keramaian menjadi tuntutan yang cukup berat bagi dirinya secara personal.
"I find these environments are really hard," kata Kate Middleton, Princess of Wales.
Penjelasan tersebut berkaitan dengan karakteristik suaranya yang tidak terlalu lantang. Sang putri mengaku sering mendapatkan masukan dari orang lain agar meningkatkan volume bicaranya saat berada di tengah publik.
"I've also got a very soft voice, so I always get told, 'Speak up a bit louder!'" tutur Kate Middleton, Princess of Wales.
Sifat pendiam sang putri sebenarnya telah ia tunjukkan sejak awal bergabung dengan Keluarga Kerajaan Inggris. Dalam sebuah wawancara pertunangan pada November 2010, Catherine sempat menceritakan reaksi pertamanya saat bertemu dengan Pangeran William yang diwarnai rasa malu.
"I actually think I went bright red when I met you and sort of scuttled off, feeling very shy about meeting you," kenang Kate Middleton, Princess of Wales.
Kejadian serupa juga dilaporkan terjadi pada pameran bunga RHS Hampton Court tahun 2019. Saat itu, Catherine mengajak seorang pengunjung muda untuk berbicara secara privat di dalam tenda kecil karena ia sendiri merasa butuh ruang saat suasana menjadi terlalu bising.
Pengamat kerajaan Richard Fitzwilliams memberikan analisis mengenai perkembangan gaya bicara sang putri di depan publik. Fitzwilliams menyampaikan catatannya kepada Daily Express terkait transformasi gaya komunikasi Catherine dari masa ke masa.
"Catherine’s public speaking style has come a long way from her early attempts," ujar Richard Fitzwilliams, Pengamat Kerajaan.
Fitzwilliams menambahkan bahwa performa sang putri saat ini telah jauh lebih berkembang. Ia menilai pidato-pidato yang disampaikan sekarang lebih menonjolkan sisi antusiasme dan pesona alaminya sebagai anggota senior kerajaan.
"Her speeches now reflect her natural charm and enthusiasm," tambah Richard Fitzwilliams, Pengamat Kerajaan.
Meski kini terlihat lebih mahir, Catherine sebelumnya pernah menyebut bahwa menyampaikan pidato adalah hal yang mendebarkan. Beberapa pihak terdekat kerajaan mengingat bagaimana ia terlihat gemetar sebelum mendekati podium pada tahun-tahun awal tugas resminya.
Resepsi peringatan kelahiran mendiang Ratu Elizabeth II, yang lahir pada 21 April 1926, menjadi tanda kembalinya keluarga Cambridge ke tugas resmi setelah beristirahat sepanjang April. Acara yang digelar di Marble Hall ini dipandu langsung oleh Raja Charles III dan Ratu Camilla.
Pertemuan langka ini dihadiri oleh hampir seluruh anggota senior yang aktif bekerja di Keluarga Kerajaan. Hadir di antaranya adalah Putri Anne, Duke dan Duchess of Edinburgh, Duke of Kent, Duke dan Duchess of Gloucester, serta Putri Alexandra.
Daftar tamu kehormatan mencakup perwakilan organisasi yang berada di bawah naungan mendiang Ratu Elizabeth, seperti British Red Cross dan Cancer Research UK. Raja Charles III secara pribadi memberikan kartu ucapan dan ikut menyanyi bagi para tamu yang berbagi tanggal ulang tahun dengan mendiang ibunya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·