Menteri UMKM Tindak Lanjuti Arahan Presiden soal Potongan Ojol Di bawah 10%

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman di Kantor Kementerian UMKM, Kamis (9/4/2026). Foto: Widya Islamiati/kumparan

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman, menyatakan akan menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto terkait besaran potongan aplikasi transportasi online (ojek online/ojol) yang diminta berada di bawah 10%.

“Tentunya apa yang memang disampaikan oleh Presiden itu kan memang menjadi aspirasi dari teman-teman Ojol. Dan kami dari Kementerian UMKM akan menindaklanjutinya,” ujar Maman pada wartawan di Hotel Tavia Heritage, Jakarta Pusat, Minggu (3/5).

Ia menegaskan pemerintah akan melibatkan Kementerian Perhubungan serta memanggil pihak aplikator untuk membahas teknis kebijakan tersebut.

“Dan juga kita akan memanggil, nanti bersama-sama dengan Kementerian Perhubungan tentunya kita akan berbicara dengan pihak aplikator untuk menindaklanjuti apa yang memang menjadi arahan dari Bapak Presiden. Saya pikir itu,” katanya.

Maman menyebut langkah pemanggilan, akan segera dilakukan dalam waktu dekat.

“Ya, kita akan panggil, akan untuk menindaklanjuti apa yang memang menjadi arahan dari Bapak Presiden,” ujarnya.

terkait potensi dampak kebijakan tersebut terhadap pelaku usaha mikro, Maman juga menilai perubahan skema itu tidak akan menimbulkan dampak negatif terhadap UMKM makanan dan minuman yang menggunakan layanan ojol.

“Saya lihat sih fine-fine aja ya semuanya. Saya pikir nggak ada yang perlu kita lihat mana yang untung, mana yang rugi. Karena kan ini kan sebetulnya kan bagi hasil antara aplikator dengan Ojol-nya. Bukan dengan UMKM-nya kan?” ujarnya.

“Artinya nanti kita akan tindak lanjuti. Oke? Kan kemarin. kan besok Senin, mungkin Selasa kali kita mau tindak lanjuti,” kata Maman.

Sebelumnya, Presiden Prabowo dalam peringatan Hari Buruh di Monas, Jakarta Pusat, Jumat (1/5), menilai skema potongan yang dibebankan kepada pengemudi ojol perlu diturunkan.

“Ojol mempertaruhkan jiwanya tiap hari. Ojol, aplikator perusahaan minta di setor 20 persen. Gimana ojol? Setuju 20 persen? Bagaimana 15 persen? Berapa? 10? Kalian minta 10 persen? Iya. Saya katakan di sini saya tidak setuju 10 persen. Harus di bawah 10 persen,” kata Prabowo.

Ia juga menilai pengemudi ojol seharusnya mendapatkan porsi pendapatan yang lebih besar karena bekerja langsung di lapangan.

“Enak aje. Loe (driver) yang keringat, dia (aplikator) yang dapat duit, sorry aje. Kalau enggak mau ikut kita, enggak usah berusaha di Indonesia,” lanjutnya.