Perusahaan raksasa teknologi Meta memangkas sekitar 8.000 karyawan atau setara 10 persen dari total tenaga kerja globalnya pada Rabu (20/5/2026) pagi waktu setempat. Langkah efisiensi besar-besaran ini diambil demi mendanai pembengkakan biaya modal pengembangan kecerdasan buatan (AI) perusahaan.
Kebijakan pemutusan hubungan kerja (PHK) tersebut diumumkan langsung oleh CEO Meta Mark Zuckerberg melalui surat elektronik ke 78.000 kotak masuk karyawan, dilansir dari Tekno. Pemberitahuan dikirim dalam tiga tahap mulai pukul 04.00 pagi waktu setempat, yang diawali dari wilayah Asia termasuk Singapura, beralih ke Eropa, dan berakhir di Amerika Serikat.
Meta memberikan paket pesangon berupa 16 minggu gaji pokok ditambah ekstra dua minggu untuk setiap tahun masa bakti serta asuransi kesehatan selama 18 bulan khusus bagi staf di Amerika Serikat. Di samping itu, Zuckerberg menyampaikan jaminan stabilitas berupa nihilnya PHK skala besar di sisa tahun 2026 serta janji untuk memperbaiki transparansi komunikasi internal yang dinilai buruk selama masa transisi.
"Kesuksesan bukanlah sesuatu yang diberikan begitu saja. AKompasTeknoI adalah teknologi paling krusial dalam masa hidup kita," pungkas Mark Zuckerberg, CEO Meta dalam surat penutupnya.
Kondisi internal perusahaan pasca-pengumuman dilaporkan lesu dengan sentimen karyawan di platform Blind yang menyentuh titik terendah. Tekanan psikologis pekerja bertambah setelah muncul laporan pelacakan aktivitas ketukan papan tik, pergerakan tetikus, serta aktivitas layar untuk melatih model AI internal bernama Model Capability Initiative.
Penolakan terhadap praktik pengawasan ini memicu petisi yang ditandatangani oleh lebih dari 1.500 karyawan Meta. Kendati demikian, manajemen perusahaan menyatakan tidak menyediakan pilihan bagi pekerja untuk mematikan fitur pelacakan tersebut.
"Big Beautiful Layoff" cetus beberapa staf di New York melalui judul situs web hitung mundur PHK yang mereka buat secara satir.
Keputusan pengurangan tenaga kerja ini secara eksplisit bertujuan menutup lonjakan biaya modal Meta yang melompat hampir dua kali lipat menjadi 125 miliar hingga 145 miliar dollar AS tahun ini untuk pembangunan infrastruktur data center, cip, dan pelatihan model bahasa. Selain memecat ribuan pekerja, korporasi juga menghapus 6.000 lowongan pekerjaan dan memindahtugaskan secara sepihak 7.000 karyawan ke dalam proyek AI baru.
50 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·